Permainan Wayang Para Dalang

Ilustrasi

Ilustrasi

Saya bukan ahli sosiologi poiltik, saya juga tidak pernah belajar kominakasi publik atau politik yang kaitannya dengan manajemen isu secara formal, tapi dari apa yang saya amati dimedia massa, bisa nampak jelas bahwa kadang-kadang isu itu perlu dihembuskan untuk menconter, membuat kegaduhan, dan menutupi wacana yang sedang berkembang.

Jangan kira apa yang kita lihat dikeseharian kita adalah wejangan yang begitu saja nampak, tidak, saya pikir, itu semua adalah suatu grand design yang telah dirancang dengan sedemikian canggih untuk mengarahkan massa, penonton, agar berpikir kearah yang dimaui oleh sang aktor dibelakang layar. Keadaan ini berlaku terutama erat kaitannya dengan hingar- bingar praktek kekuasaan. Akan tetapi tidak untuk suatu berita yang tidak mungkin dimanipulasi oleh manusia seperti, kecelakan transportasi baik itu darat, laut dan udarah. Berita-berita kriminal oleh sekelompok pereman atau berita bencana yang sedang melanda disalah satu daerah di negara ini.

Pointnya adalah perebutan kekuasaan, dengan variabel-variabel pengikutnya bisa kapital atau posisi strategis yang sedang dan akan dikejar oleh seseorang atau kelompok politik. Ada beberapa hal yang saya catat disini dari sisi aktor yang berada pada front line pem blow up atau yang lagi dikenal terkenal sekarang dengan informasi A1 Pertama, media, disini bukan berarti media telah terkooptiasi oleh penguasa (aktor dibelakang layar) misalnya tapi aktor ini memanfaatkan sifat media yang lebih memproduksi berita aktual dan bed news. Misalkan disaat gonjang-ganjing politik pada suatu partai lagi masif diberitakan tidak berselang lama terjadi gejolak yang melibatkan aparat atas dasar mengamankan negara dari konflik sosial oleh gerakan-gerakan separatis atau kemerdekaan atau gejakan teroris.

Kedua, Jubir, ketika satu pemberitaan yang begitu gencar dilayangkan pada penguasa oleh media-media masa, Jubir seketika itu, menjelaskan bahwa apa yang diberitakan media massa adalah sepihak. Misalkan, banyak media telah memberitakan bahwa kinerja kepala negara, pemerintahan buruk atau tidak mengurusi masyarakat, disaat bersamaan jubir mengatakan atau memberi pengakuan, atau beralibi bahwa media adalah suatu bentuk strukturisasi persepsi atau opini publik, oleh karena sifatnya yang persepsi, dengan adanya dia didekat kekuasaan otomatis yang secara langsung atau yang paling bisa dipercaya adalah persepssi yang ia bangun dari argumentasi-argumentasi positif tentang pemerintahan misalnya. Yang saya mau katakan adalah persepsi dia yang dekat kekuasaan lebih bisa dipercaya ketimbang persepsi publik yang hanya didapat dari pemberitaan-pemberitaan yang tidak berimbang.

Ketiga, pengamat, sadar atau tidak dalam memberikan statement pengamat telah digiring, tidak sadar telah diperalat untuk memperluas eskalasi masalah yang ia tanggapi. Misalnya ketika ada suatu kebijakan ditanggapi oleh pengamat, kebanyakan persepsi masyarakat terutama yang awam akan tergiring, atau sepakat dengan pengamat tadi. Perlahan-lahan menyebar akhirnya jadi isu yang diperbincangkan bersama.

Pada akhirnya saya hanya mau mengatakan bahwa pemberitaan atau isu yang berkembang luas di masyarakat tidak terlepas baik secara langsung atau tidak langsung dari aktor di balik layar. Atau bisa juga kita adalah penonton dari wayang-wayang dengan lakon sesuai dengan keinginan sang Dalang. Menyadari ini penting agar kita bisa dengan bijak mengambil posisi apa yang paling baik dilakukan dan tidak juga menggangu energi dan waktu kita untuk sebuah passion, perjuangkan yang sementara ini dilakukan berbeda jauh dari isu tersebut.

Salam

by Umaee

Solusi Kesehatan Pada Perubahan Iklim

“Bahaya yang ditimbulkan oleh perang bagi seluruh umat manusia – dan bagi planet ini – paling tidak dapat disetarakan dengan krisis iklim dan global warming. Saya percaya bahwa dunia telah memasuki tahapan kritis dalam usahanya untuk menjalankan tanggung jawab dalam memeliharan lingkungan.” (Ban Ki-Moon-Sekjen PBB)

“Kita harus meninggalkan pola-pola pembangunan lama dan menggantikannya dengan pola pembangunan yang berkelanjutan. Jangan salahkan alam bila memberikan berbagai reaksi negatif kepada kita apabila kita tidak segera bertindak untuk mencegah kerusakan atmosfer, sehingga memperparah terjadinya perubahan iklim” (SBY-Presiden RI)

Berangkat dari pernyataan dua tokoh dunia diatas, memeperlihatkan bahwa perubahan iklim sudah menjadi isu dunia, yang menandakan kita tidak boleh lagi berpangku tangan atau berleha-leha untuk tidak ikut andil dalam gerakan melawan perubahan iklim. Secara sadar atau tidak perubahan iklim paling banyak disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Perubahan yang dahsyat terjadi setelah manusia mengganti perkakas-pekakas kerja yang semula menggunakan perkakas-perkakas tradisional beralih menjadi perkakas-perkakas moderen yaitu menggunakan mesin-mesin, yang terjadi saat awal revolusi Industri sampai sekarang ini. Tulisan ini akan menguraikan 1) Bagaimana terjadinya perubahan iklim, 2) Indikator-Idikator perubahan Iklim pada kesehatan, dan 3) Langkah-langkah praktis yang harus dilakukan masyarakat untuk meminimalisir perubahan iklim, utamanya kaitan dengan penyakit DBD, Malaria dan Diare.

Dampak Perubahan Iklim

Revolusi industri, meniscayakan dalam produksinya menggunakan bahan bakar fosil secara intenst, residual produk yang dihasilkannya secara tidak langsung merusak alam disaat bersamaan menghasilkan berbagai gas-gas yang mengakibatkan temperatur dunia meningkat. Gas-gas semacam CO2, CH4, N2O, HFC, PFC, SF6 akan dilepaskan di udara, dan akan terakumulasi pada atmosfir yang membentuk suatu lapisan yang dinamakan gas rumah kaca, temperatur panas terjadi bilamana cahaya matahari masuk ke bumi, memantul dan keluar kembali keluar angksa, karena adanya gas rumah kaca tadi, menghalagi sinar matahari untuk keluar, akibatnya panas sinar matahari tadi terpantul kembali ke bumi.

Kenaikan Temperatur

Gambar perubahan Iklim dari tahun 1860 sampai 2000

Dari gambar terlihat jelas perubahan iklim yang sangat radikal, pada tahun 1860 temperatur rata 13,5oC menjadi 14,2oC pada tahun 2000. Dari kondisi ini bila dibiarkan terus menerus akan terjadi dampak yang luas pada kelangsungan hidup manusia.  Pertama, penurunan hasil panen dibanyak daerah, kondisi iklim yang tidak menentu akan berpengaruh pada masa bercocok tanan dan panen, seperti Pranata Mangsa di Jawa dan Polantara di Sulawesi Selatan. [1] Kedua, Penurunan ketersediaan air bersih di banyak daerah, mencainya es akan meningkatkan permukaan air laut dan akan meningkatkan abrasi, sampai hilangnya pulau di pesisir pantai. Ketiga, Terancam rusaknya ekosistem, mengakibatkan kepunahan banyak spesies mahluk hidup terutama ekosistem terumbu karang. Dan Keempat, Intensitas Cuaca yang ekstrim akan mengakibatkan badai, kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan gelompang panas, pada kurun waktu 1844-1960 kemarau panjang terjadi tiap 4 tahun, namun pada kurun waktu 1961-2006 kemarau panjang menjadi tiap 3 tahun. [2]

Mewabahnya Penyakit Menular

Banyak kondisi yang menyebabkan terganggunya kesehatan pada perubahan iklim, misalnya penaikan temperatur akan menghangatkan bumi, disaat yang sama, daerah-daerah yang biasanya bersuhu dingin berubah menjadi suhu hangat. Keadaan ini akan mempengaruhi pergerakan wabah penyakit menular yang biasanya berada pada daerah dataran rendah ke daerah yang berdataran tinggi. Seperti DBD (Demam Berdarah Dengue), Malaria dan Diare akibat curah hujan yang tinggi. Pada kesempatan ini saya hanya akan membahas tiga penyakit yaitu DBD, Malaria dan Diare.

Berikut adalah gambar peta risiko DBD, Malaria dan Diare akibat perubahan iklim. [3]

DBD

DBD (Demam Berdarah Dengue)

Malaria

Malaria

Diare

Diare

Dari ketiga gambar diatas, bisa kita lihat, hampir semua penyakit menular tersebar merata diseluruh Indonesia, dibanding DBD, Malaria dan Diare lebih banyak angka kejadiannya, sebarannya pun tidak melulu di dataran rendah, dataran tinggipun seperti di papua, kalimantan, jawa n sumatra terlihat banyak terdapat endemis penyakit ini. Dari gambar Papua memperlihatkan angka kejadian yang tinggi untuk semua jenis penyakit menular, penyebab utamanya adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan hidup bersih disamping permasalahan fasilitas pelayanan kesehatan yang masih minim.

Langkah-langkah praktis

Menghadapi kondisi resiko yang begitu tinggi pada ketiga penyakit DBD, Malaria, Diare, maka perlu dilakukan serangkaian tindakan yang diarahkan langsung pada masyarakat untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas lingkungan hidup dimana mereka berada.

1.  DBD (Demam Berdarah Dengue)

Mempraktekkan apa yang dinamakan 4 M Plus, yaitu Menguras wadah air seprti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung, penampungan air kulkas agar telur dan jentik nyamuk matik.  Menutup rapat semua wadah air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur. Mengubur atau memusnahkan semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, pecahan botol agar tidak menjadi sarang dan tempat bertelurnya nyamuk. Memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Plus, jangan mengantung baju, hindari gigitan nyamuk dan menaburkan bubuk abate.

2. Malaria

  1. Reklamasi pesisir pantai (rawa, area terkenang), berguna untuk meminimalisir genangan air yang biasa menjadi tempat hidup nyamuk malaria.
  2. Pemasangang jaring/saringan nyamuk pada fentilasi pintu dan jendela, berguna untuk meminimalisir nyamuk yang masuk ke dalam rumah dengan begitu akan mengurangi resiko gigitan nyamuk malaria pada kita.

3. Diare

  1. Penggunaan air mendidih atau air terklorisasi, berguna untuk mematikan semua bakteri, dan menjamin air yang kita pakai untuk keperluan sehari-hari adalah air yang sehat.
  2. Sistem saluran air buang dan jamban yang lebih baik, sedapat mungkin dijauhkan dari sumber mata air, dengan begitu bakteri diare tidak mengkontaminasi air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari
  3. Ketersediaan air dari sumber mata air bersih atau sumur gali.

Salam

by Umaee

Tulisan ini dalam rangka menyemarakkan lomba Blog Oxfam, Yang mana Oxfam adalah “konfederasi Internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangun masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan”

Keterangan :

[1] Pranata Mangsa dan Polantara, adalah kearifan lokal berupa jadwal yang digunakan untuk menentukan masa tanam dan panen padi

[2] Data Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

[3] Data Kementerian Kesehatan RI

Melacurkan Diri Dalam Ekonomi

EconomicDimana-mana orang membicarakan kesejahteraan, kesejahteraan hanya akan dicapai bila tingkat pertumbuhan ekonomi kita bagus, mereka berimajinasi, mempercayai bahwa negara-negara besar seperti Amerika, Eropa, Jepang, China dan India adalah sebuah protret utuh dari kemanjuan masyarakat, terjamin kesejahteraan hidup masyarakatnya disebabkan korelasinya yang  kuat dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dinegara-negara tersebut.

Oleh karena itu, setiap negara, daerah, desa, dukuh sekalipun menjadikan tingkat perekonomian sebagai salah satu cara untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat di dalamnya. Tulisan ini akan menganalisis tentang bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menguatkan perekonomian, apa saja yang harus dilakukan dan cara untuk melaksanakannya agar tercapai kesejahteraan tersebut.

Semuanya itu akan bergantung dari daya tahan perekonomian. Daya tahan perekonomian hanya akan baik bila memperhatikan fundamental ekonomi yang ditopang oleh 4 hal sebagai berikut :

1. Konsumsi domestik yg meningkat

Peningkatan konsumsi domestik akan menciptakan kestabilan supply dan demand

2. Nilai ekspor-impor

Ekonomi akan kuat bila ekspor meningkat, terutama barang jadi ketimbang raw material, n impor untuk barang2 raw material, ketimbang barang jadi. Raw material penting untuk bahan baku yang akan dibuat menjadi barang yg mana nilai keekonomiannya menigkat. Dengan meningkatnya nilai keekonomian suatu barang maka pendapatan pun akan meningkat.

3. Iklim Investasi

Penggalangan investasi dimana-mana dapat membuka lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan perekonomian daerah dimana investasi itu ditanam.

4. Ketahanan Fiskal

Adanya dana cadangan dari APBN yang cukup, akan menjamin roda perekonomian tetap berjalan bila, suatu waktu ada tsunami ekonomi yang melanda.

Mengapa roda perekonomian meski terus berjalan? Ada banyak pertimbangan yg harus diperhatikan, GDP, Angka kelahiran, Angka harapan hidup dan Human Development Index (HDI). Perekonomian akan stabil bila semua penduduk tercukupi kebutuhannya. Sementara cukup dan tidaknya keekonomian seseorang tidak dapat diukur, oleh karena itu sistem ekonomi pasar yang kita pilih meniscayakan adanya kompetisi merebut sumber-sumber daya yang menunjang kesejahteraan individu.

Kompetisi ini tidak hanya terjadi di suatu daerah atau suatu negara, tetapi kompetisi terjadi diseluruh belahan dunia, di semua negara, dalam keadaan seperti ini mereka yang tampil sebagai pemenang berhak mendapatkan, menguasai sumber2 daya yang diperebutkan itu. Dalam kenyataanya kompetisi yang terjadi terdapat jurang yang cukup lebar, antara para kompetitor, juang itu misalnya menjadinya negara industri meniscayakan pemilik alat-2 produksi yang mutakhir yang akan bisa dengan cepat menjadi penguasa, mereka dengan cepat memproduksi ribuan bahkan jutaan produk jadi dalam sekali proses produksi.

Berbeda halnya dengan industri kecil dengan produk serupa, mereka akan ketinggalan dalam hal jumlah hasil produksi, estimasi harga yang ditawarkan, n keuntungan yang diperoleh dari industri yang mereka jalankan. Dari titik inilah kita bisa kita melihat salah satu paramater mengapa suatu daerah mempunyai kesejahteraan masyarakat lebih tinggi dibanding kesejahteraan masyakat di daerah lain. Pada kenyataanya keadaan ini mempunyai sebaran yang sangat luas, tidak heran bila sumber daya fiskal dunia, lebih dari 70% terkonsentrasi pada 10% negara-negara maju. Dan 30% sumber daya fiskal, tersebar dalam 90% negara-negara miskin, dan berkembang.

Melihat keadaan di atas, kita tidak mengkin lari, karena memang itulah salah satu siklus kehidupan yang harus diperjuangkan, dipertahankan oleh manusia selama menjalani kehidipannya. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus merkompetisi, disaat yang sama kompetisi hanya akan baik bila dilakukan secara sehat, dan mempunya amunisi yang sama dalam mengejar, mendapakan pendapatan-pendapatan perekonomian. Ada dua pendekatan yang meski dilakukan, secara strukturalis saya mengadopsi teori “Antony Giddens”, dan secara teori of action yang digagas oleh “Machiavelli”.

Pertama secara stukturalis, pemerintah seyogyanya meciptakan iklim perekonomian yang baik, utamanya tools yang bisa digunakan melancarkan proses perekonomian, dengan cara menerbitkan kebijakan-kebijakan pro pada kompetisi yang sehat. Disaat yang sama diterapkan law inforcement pada pihak2 yang menggangi proses kompetisi yang sehat tersebut. Hal lain dengan membangun infrastruktur yang kuat yang bisa menopang, melancarkan arus transportasi, penyebaran bahan-bahan produksi untuk dipasarkan n dijual di masyarakat. Yang kedua secara teori of action, biasa juga oleh ilmuan-ilmuan sosial dikelompokkan dalam pendekatan actor. Terori ini mengatakan hanya aktorlah yang bisa mendobrak n keluar dari pakem yang sudah terbentuk (konstruksi sosial), oleh karena ini kita tidak akan berkompetisi dengan sehat bila masih banyak masyarakat kita yang tingkat pendidikannya dibawah rata-rata, masih banyak orang-orang dengan melek huruf yang tinggi. Juga orang-orang dengan kualifikasi n spesifkasi yang menjamin n bisa menjalankan instrument-instrumen teknologi terbaru yang menunjang proses produksi berjalan n menghasilkan produk.

Tidak salah bila pakar-pakar ekonomi mengajurkan agar manusia-manusia Indonesia sedapat mungkin melanjutkan pendidikan ketingkat paling tinggi setara doktor. Walaupun doktor bukan merupakan satu-satunya indikator berhasil dan tidaknya seseorang dalam sumbangsinya dalam perekonomian suatu daerah. Dari perbandingan data terlihat, Indonesia hanya memiliki 40.000 an doktor, sedangkan China yang tingkat perekonomiannya paling tinggi saat ini, memiliki 300.000 an doktor. Mau tidak mau kaulifikasi ini harus dipenuhi sebagai syarat utama apabila ingin berjuang dalam lapangan yang sama dengan negara-negara lain didunia.

Saya kasih contoh satu potret kecil pentingnya mempunyai kualifikasi n kompetensi yang sama dalam keeknomian, bila syarat itu telah tercapai, maka dengan sendirinya kita akan memiliki kaptial2 tertentu yang dengan begitu kita bisa melakukan berbagai macam hal, misalnya mendirikan yayasan (lembaga kemanusiaan) untuk membantu masyarakat miskin dipusat kota atau pelosok-pelosok negeri yang belum memiliki kesempatan untuk mendapat pendidikan, n kesejahteraan yang dimiliki oleh mereka-mereka yang telah mantab dalam perekonomiannya.

Akhirnya, saya membayangkan dunia ini akan tercipta suatu sebaran sumberdaya fiskal yang sama dimasing-masing daerah. Tidak ada satu daerah yang lebih sumber daya fiskalnya ketimbang daerah lain. Dengan begitu kesejahteraan akan dinikmati oleh keseluruahan umat manusia di dunia ini.

Salam

by Umaee

Memberangus Mental Inlander

Labor1Tantangan hidup sekarang ini sudah sangat besarnya. Sampai-sampai tidak lagi disisakan ruang bagi mereka yang ingin berpangku tangan. Meraih kedudukan dalam struktur masyarakat tidaklah mudah lailknya zaman dulu ketika arsitokrasi menjadi satu-satunya aturan dalam menentukan menjadi apa kamu dimasyarakat. Dengan gampangnya elit2 kerajaan menjadi penentu kedudukan dalam istana. Dalam keadaan seperti ini tidak mudah bagi kaum rendahan menapaki karir ke kenjang n bekerja, berkuasa pada kerajaan tadi.

Itu dulu, setelah tumbangnya kerajaan-kerajaan, dan runtuhnya arsitokrasi karena intrik-intrik politik yang jurstru menusuk dirimereka sendiri, bersamaan dengan itu, muncul kesadaran baru dari kalangan masayarakat bawah untuk merubah sistem yang sudah ada, karena dianggapnya sudah merupakan sistem yang tidak lagi bisa mensejahterakan rakyat. Alih-alih pemerataan kesejahteraan yang terjadi malahan penindasan diamana-mana.

Gerakan ini kemudian memposisikan kuasa rakyat sebagai penentu kebijakan tertinggi dalam struktur masyarakat modern. Dalam pada itu pula, telah membuka ruang untuk konstelasi kompetisi diatara masyarakat. Mereka yang berhasil survice dan melebihi orang lain, maka dialah yang bisa memimpin masyarakatnya. Dalam perjalanannya, upaya meraih kekuasaan tersebut tidaklah mudah. Tidaklah semulus yang dikira, kemampuan berjejaring, paham priskologis, sosiologis masayrakat, n mempunyai pengetahuan yang cukup tidaklah bisa mastikan kekuasaan itu mudah diaraih. Belum cukup dengan itu, sehingga perlu mempunyai satu lagi kemapuan yaitu memoderasi, memodifikasi, setiap manufer-manufer politik yang melibatkan orang-orang dalam pusaran kekuasaan atau mereka yang sama-sama berjuang dengan kita.

Prinsip utamanya adalah bisa memastikan dengan sangat baik mana, lawan n kawan. Lebih berhati-hati lagi adalah leihat dalam melihat lawan yang seolah-olah kawan tapi pada keadaan terntetu berbalik menusuk kita dari belakang disaat kita dalam keadaan berada pada titik nadir. Dengan begitu lengkaplah sudah apa yang dinamakan merebut kekuasaan demi melanggengkan cita-cita perjuangan yang diusung sejak semula.

Fenomena yang ada dimasyarakat kita, masih banyak terlihat dikotomi dalam perjuangan merebut kekuasaan yang totaliter, atau demokratis tapi dalam prakteknya oligarkis. Satu sisi hasrat kuat untuk menjatuhkan kekuasaan, disisi lain tidak mempunyai stratefi, konsep besar atau grand desing tetang apa yang harus dilakuan setelah kekuasaan itu tumbang. Dalam praktek yang lebih mikro pola seperti ini bisa dilakukan untuk berjuang dalam mewujudkan diri sebagai manusia yang mapan dan bersedia mengatur masyarakat atas dasar cita-cita kesejahteraan n melayani masyarakat.labor2

Kita mungkin sudah terlalu lama dibuai oleh suatu kesia-siaan, dalam bahasa intelektual kemerdekaan, mental inlander, adalah suatu mental yang hanya merasa cukup untuk menjadi seorang budak, pesuruh dan pembantu dari kolonialisasi dengan segala macam bentuknya hingga lupa didalam diri bangsa ini terdapat suatu semangat kuat, cita-cita besar untuk melawan n mengambil alih setiap peluang untuk memimpin bangsa, dalam skala makro yaitu mandiri dalam bidang ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam berkebudayaan, dalam skala mikro paling kecil memimpin suatu oraganisasi, lembaga hasil dari pemikiran dan cita-cita besar sendiri.

Berikut adalah pilihan-pilihan yang tersedia, jiakalau memang ingin memilih untuk berubah, menjadi pemimpin atau pengikut, tuan atau hamba, proses atau instant, pelayan atau dilayani, mandiri atau bergantung,  dsb. Memilih salah satu adalah keharusan setiap orang, tapi memilih inferioritas berarti siap menjadi orang yang tidak bebas mengekspresikan dirinya, bakatnya dikungkung oleh aturan yang rigid, jiwanya tidak lepas, dan gampang dibodoh-bodohi oleh permainan licik penguasa. Dan keinginan kuat untuk membangun masyarakat terbentur oleh aturan-aturan yang mengikat diri kita untuk bergerak menapaki jalan yang menjadi impian terladam kita.

Salam

by Umaee

Candu Internet

stopcyberbullying

Internet itu ibarat candu bisa membuat orang senang namun dibalik kesenangan itu ada penyakit yang jika kita tidak tanggap maka kita akan merasa sakit sendiri

Boleh dikatakan internet sudah sangat susah dipisahkan bagi kehidupan modern, sebagian besar dari kita setiap kali bangun yang terpikirkan pertama kali adalah mencari gadget, komputer, tablet dll guna melihat apakah ada informasi terbaru mengenai pertemanan di media sosial, berita nasional, regional hingga mancanegara. Untuk mereka yang pacaran akan segera mengecek apakah ada pesan dari pacar, kalau belum, segeralah ia menulis chat, Broadcast Massage, mail, inbox, blogging dll, walaupun hanya untuk mengatakan say Hallo pada sang kekasih hati. Untuk yang jomblo hanya bisa melihat gambar-gambar calon gebetan yang berharap menjadi pujaan hati. Untuk orangtua, segeralah menelepon menggunakan webcam untuk melihat wajah anaknya yang tiggal didaerah yang jauh, walaupun semalam sudah melototi anaknya berjam-jam. Sementara untuk mahasiswa mulai kelabakan dan sesegerahlah ia mengumpulkan tugas melalui email ke dosen  persis pada saat deadline mentok, padahal sebelum-sebelumnya banyak waktu tapi dianggap masih lama. Continue reading

Bangunan Kastil Suci

palaceMembangun Kastil suci diri sendiri, segalanya dilakukan dengan kemampuan dan tangan sendiri, siklus harian, perencanaan apa saja yang akan dikerjakan, apa saja target yang akan dicapai, kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi. Kastil disini adalah membangun pola kepribadian, ketangkasan dalam menyelesaikan tantangan-tantangan hidup, ambil bagian membangun struktur masyarakat. Hingga siap diminta menjadi leader dalam masyarakat itu sendiri.

Membayangkan kastil raja-raja Inggris, tidak serta merta jadi begitu saja, dia harus dibangun dari pondasi yang kuat, pilar-pilar yang kokoh, kerangka atap, dinding, dekorasi, peralatan-peralatan pelengkap ruangan, pengisi ruangan sampai kastil tersebut indah dan senang untuk dihuni oleh pemiliknya. Continue reading

RIP (Rest in Peace) My Grandpa

RIPBadai kehidupan telah kau lalui, gemuruh rumah tangga telah kau akhiri, perihnya kerja, jatuh bangun, banting tulang telah kau lakukan demi menghidupi orang-orang terkasihmu. Pekikan, tangisan bayi, silih berganti mengiang-ngiang di telingamu pun telah kau dengarkan, balita, remaja, dewasa, menikah dengan setia kau melihat n mendampinginya.

Anak-anakmu telah bertebaran diseantero negeri, Anak-anakmu telah berhasil kau sejahterakan mereka, Anak-anakmu telah berhasil kau nafkahi mereka, Anak-anakmu telah berhasil kau sekolahkan mereka.

Kini anak-anakmu telah besar, pun telah memiliki pekerjaan, pun telah memberikan cucu-cucu cantik, tampan dan mereka menghormatimu, menciumi tanganmu, meminta doa keselamatan ketika kami berkunjung ke rumah reokmu. Continue reading