Sampang Dalam Konflik Agama Dan Kekuasaaan

Ilustrasi

Kembali lagi, catatan ini akan membahas perihal tentang diskusi yang tiap minggu digelar oleh MAP Corner. Diskusi kali ini merupakan diskusi pertama setelah libur puasa dan lebaran beberapa bulan yang lalu. Ada yang menarik, terutama ketika saya datang ke ruang diskusi tersebut. Ternyata ada banyak perubahan yang dilakukan oleh panitia diskusi. Saya melihat kursi yang digunakan sudah berubah, yang lama menggunakan kursi rotan dialasi busa sekarang menjadi kursi sofa hitam, begitupun dengan meja, ada perubahan dan tambahan empat meja baru. Dan samua ini memang saya rasakan makin mendukung suasana kondusif dan hidmat jalannya diskusi.

Baiklah saya akan membahas inti dari catatan ini. Tema diskusi kali ini adalah “Sampang Dalam Konflik Agama dan Kekuasaan” dengan narasumber mendatangkan Zainal Abidin Baqir yang saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi CRCS (Cross Religion and Cultur Studies) UGM atau studi lintas agama dan budaya. Pemilihan pak zainal ini juga tepat karena beberapa saat yang lalu dia juga sebagai saksi ahli yang dipanggil oleh Kepolisian untuk menjelaskan fenomena yang sebenarnya terjadi pada konflik Sampang baru-baru ini.

Mengawali presentasinya pak zainal mencoba menjelaskan UU Penodaan Aagama yang dibuat tahun 1965 sebagai suatu produk undang-undang yang sering digunakan untuk menyelesaiakan persoalan yang erat kaitannya dengan perbedaan agama dan keyakinan. Seperti yang terjadi belakangan ini terutama pasca reformasi ada kenaikkan signifikan dari pada kekerasan berlatarbelakang agama, data yang disebutkan oleh pak zainal sekitar sepertiga masa reformasi, jumlah kekerasan atas nama agama sama dengan waktu pertama kali UU Penodaan Agama ini dibuat sampai reformasi terjadi. sehingga bila ini terus dibiarkan maka ditahun-tahun berikutnya poternsi kekerasan atas nama agama terus meningkat. Continue reading

Lady Gaga, Pertarungan Ideologi ?

29 Mei 2012, Kesan saya pada MAP corner kali ini adalah kurang berwarna, berwarna disini adalah keterlibatan narasumber yang sangat sedikit dalam menguraikan topik, khusunya dari segi durasi waktu kurang lama bila dibandingkan dengan narasumber-narasumber pada pekan-pekan sebelumnya. Kira-kira 30 menit sementara narasumber yang lain lebih dari 30 menit.

Dari segi pemilihan topik, topik kali ini menarik karena mengangkat isu yang santer diberitakan di media-media nasional belakangan ini. Banyak perdebatan disana, yang melibatkan banyak kelompok masyarakat dan syarat akan kepentingan misi-misi khusus yang ingin mereka ingin raih. Dari diskusi terungkap ada kepentingan Ideologi, politik – ekonomi, perang promotor, dinamika sosial masyarakat multikultur dan pengalihat isu.

Dari segi materi berikut analisis2 yang kira2 disampaikan oleh narasumber. Menganalisis Masalah Lady Gaga, Menemukan Identitas Manusia Indonesia pasca Suharto, setidaknya ada 3 kelompok masyarakat/komunitas yang saling tarik-menarik dan saling berbenturan, ingin diakui eksistensinya. Mereka itu adalah Golongan Kejaweean, Religius-Konservatis dan Liberalis progresif. Di masyarakat ketiga kelompok ini terus menerus berdialektika, tak jarang menimbulkan konflik antara ketiga bila  merujuk pada masalah fundamentalis/ dari ajaran-ajaran mereka. Continue reading