Membaca Masyarakat Indonesia Modern

SurvivorPersoalan menapaki jalan kehidupan ternyata jauh lebih sulit dan berliku ketimbang menghabiskan waktu dalam tidur diatas kasur empuk. Waktu begitu terbuang dengan kesia-siaan. Bilasaja kehidupan hanya bisa dijalani dengan demikian tidak jadi masalah, akan tetapi kehidupan itu lebih berat, bahkan jauh lebih berat sampai bara api nerakapun akan begitu terasa demi untuk menyambung kehidupan apalagi seperti cita-cita besarmu ingin mengubah masyarakatmu menjadi lebih baik dan lebih bermartabat.

Sementara masyarakat telah lama digandrungi oleh pemberitaan infotaimen yang tidak mendidik, sekaligus menjerumuskan, yang coba terbebas dari itu malahan beralih kepada ajaran fanatik agama yang menganggap orang lain adalah kafir bin sesat, klaim kebenaran hanya pada kelompok mereka masing-masing.

Tidak terkecuali, mulai dari siswa sekolah menegah atas sampai mahasiswa bahkan guru, lebih keterlaluan lagi orang tua. Benar-benar ambrung moral dan etika bangsa ini.

Ada sedikit mahasiswa yang mencoba rajin mengerjakan setiap tugas yang dia emban padahal terbebas dari itu, ia menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan kegembiraan-kegembiraan yang disediakan oleh mara pemuja hedonisme. Belum lagi pengusaha hiburan, usaha-usaha kreatif begitu susah ditemui untuk kalangan orang banyak, yang ada hanyalah kapitalisasi modal sebesar-besarnya. Sehigga hanya kelompak masyarakat yg beradalah yang mempunyai kesempatan memperoleh itu semua.

Begitu jauhnya generasi-generasi ini pada marwah kemanusiaan, sehingga hubungan toleransi, kebersamaan telah pupus tak terkira. Pemerintah selayaknya yang jadi pendorong dan pelindung, malahan ikut-ikutan bersikap ekslusif, pertengkaran dibiarkan, kritik tak didengarkan, sebaliknya puja-puji disambut baik, nama baik dijunjung tinggi, harga diri dikorbankan demi sebuah reputasi internasional dan segudang piagam-piagam penghargaan lainnya.

Begitu bengisnya arus globalisasi, teknologi dan komunikasi sekarang ini, kapitalisasi disegalah hal, sehingga tekanan mental begitu kuat menyandra semua lapisan masyarakat. Mereka yg tidak mampu dan mempunyai akses yang baik pada sumber-sumber kapital akan mengalami suatu “Mental Depresiasif” tidak jarang kita menemukan “Mental Breakdown”. Yang berujung pada “Skizofren” dan “Mental disorder” serta “Suicide”

Mereka-mereka yang bertahan dari arus besar ketidakberesan hanya dalam jumlah kecil saja ada dimasyarakat, mereka-mereka yang dengan gigih berjuang dipelosok-pelosok negeri, bekerja dalam diam untuk kemanusiaan dan masyarakat. Puja-puji, piagams penghargaan tidak ada artinya, bukan itu yang mereka harapkan, sebuah senyum tulus dari orang-orang yang dibantunya sudah merupakan suatu kebahagiaan terbesar tiada terkira. Bagi mereka mengabdi pada masyarakat dan kemanusiaan adalah tujuan besarnya.

Salam

by Umaee

Advertisements

Kasih sayang “ibu”

Banyak orang menyangka orang hebat itu lahir hanya dengan sendirinya, berjuang dengan usaha dan kerja sendiri. Tapi jauh dari itu, orang-orang besar selalu bisa dan senantiasa berada dalam kondisi, lingkup, orang-orang penuh semangat perjungan  saat yang sama  ada Seorang tangguh penuh cinta kasih, empati yang paling dalam diberikan tanpa sedikitpun runtuh, ia tetap utuh.

Wanita terutama kaum ibu, adalah Manifestasi segala bentuk kasih sangan paling dalam pribadi yang tangguh itu terkumpul. Tak peduli engkau adalah orang pailng jahat sekalipun  ia merupakan orang pertama mengampuni, juga tak surut cinta kasihnya pada engkau kalrena perbuatanmu itu.

Didirinya segala kasih sayang Allah terlimpahkan, didirnya segala rasa cinta diberikan, walaupun kondisi buruk mengenai orang-orang dikasihinya ia hanya berdoa  kepada sang pencipta, serta menitikkan air mata cinta nan sendu bukan untuk dirinya tapi untuk dosa orang-orang dikasihinya  agar diberi kekuatan dan ketabahan menjali ringroad kehidupan ini. ibu adalah benteng terakhir sekaligus terdepan menjaga kasih sayang itu,  walaupun orang-orang dekat telah acuh sementara ia tetap teguh tak tergoyahkan. sementara ibu hanya berkeluh kesah dan menyandarkan diri pada Tuhannya.

Dalam keadaan tangis penuh sendu itu, ia memposisikan diri sebagai wadah menampung semua beban buruk orang yang dikasihinya dan segera mentransformasikannya kedalam  suatu ledakan air mata, dan penghayatan dalam dalam tetes-tetes air mata yang jatuh itu.

Alangkah berdosanya anak, mereka yang dicintainya, merasa acuh, apatis melihat ibunya tangis sementara ia hanya memandangi, dan menerka-nerka sambil acuk ada apa gerangan. Tidakah sesekali bertanya berempati ada apa gerangan hingga engkau tangis seperti itu?
lakukanlah maka ia akan berterima kasih dan merasa terhibur, bahwa dirinya tiadalah sebela tangan memberi cinta kasih yang sangat dalam itu.

Lelaki yang tangguh, panglima perang yang gagah berani, pemimpin yang kuat selalu mempunyai sandaran kuat sekaligus sumber kekuatan, pemberi optimisme, pemberi peringatan kalau-kalau mereka telah keluar dari jalur ordinantnya, dialah seorang ibu.

Salam

By Umaee

Strategi Bangkit dari Keterpurukan

Menjadi hebat itu, harus bisa membayangkan vision itu menjadi suatu yang benar-benar nyata, atau sebesar-besar kenyataan melebihi kenyataan yang real disetiap hari.

Mereka yang setia menjaga garis, jalan, arah ke visi serta mencintainya yang akan bisa mewujudkan visi itu. Oleh karena itu dibutuhkan konteplasi setara tingkat dewa, orang salih atau petapa.

Hanya mereka yang menguasai kehidupannya secara utuh tanpa cacat, maka dialah yang akan mendulang sukses.

Yang mewarnai kehidupan manusia itu ada bermacam-macam, senang, sedih, kecewa, bangga, iri, dengki, pasrah, malas. Mereka yang bisa mengambil strategi yang tepatlah yang bisa mengendalikan seluruh keutuhan dirinya.

Jalan hidup telah dibentangkan, tinggal mereka yg pandai-pandai dan bekerja keras lah yang akan bisa melewati dengan selamat dan memperoleh suatu nilai tambah lebih dari hidupnya sekarang ini.

Barang siapa yang lebih baik hari ini dibanding hari kemarin maka ia lah yang menjadi orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia lah orang-orang yang merugi.

Saya meski menghembuskan nafas dengan berat, karena apa yang saya tampakan akan dilihat oleh orang-orang terdekatku, olehnya itu sudah semestinya engkau harus menjadi contoh yang baik bagi mereka semua.

Seorang leader kuat harus bisa melihat berbagai sumber daya, untuk digunakan sewaktu-waktu, sebagai penunjang, mempermudah, efektif dan efisien menuju visi yang telah ditentukan.