Penulis Hebat, Sebuah Bayangan Pikiran

Ilustrasi

Ilustrasi

Saya ini begitu kecil dibanding kerja-kerja nyata para penulis buku yang bepuluh-puluh ribu halaman itu. Mereka telah nyata mendedikasikan waktunya yang cukup lama, untuk menelusuri sumber-sumber literatur disemua sisi yang sempat ada sumber pengetahuan disitu khususnya tekait dengan materi apa yang hendak dituliskannya.

Otaknya diajak untuk berpikir kritis, dan menampung, pengetahuan-pengetahuan baru, sampai-sampai sel-sel saraf beregenerasi menjadi buliran nadi yang secara gradual menebal dan menjadi suatu wadah ampuh untuk memudahkan menerima setiap ilmu yang dibaca dan ditelitinya.

Perjuangan mencari sumber buat kepenulisan, begitu berliku, harus menggeleda setiap tumpukan gudang yang berisi buku-buku berserakan, harus menemui sumber-sumber informan kunci, disetiap departemen, tidak jarang harus menerima penolakan, ocehan dari penjaga pintu gerbang. Kadang-kadang juga demi menangkap setiap ide-ide yang berseliwesan di pikitan harus melupakan waktu untuk sekedar menyatap makanan disetiap harinya, dan sejenak menekan keinginan untuk santai menikmati waktu libur seperti kebanyakan orang.

Hari-harinya diisi dengan berpikir, untuk mengolah dan merumuskan semua data dalam suatu formula agar nanti bila naskah buku yang dituliskannya mudah, renyak dan guruh dilahap, oleh pembacanya. Mereka menerima seolah semua kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat serupa air mengalir tak terasa sampai pada bagian penghabisan.

Baginya tiada satu pukulan yang telah selain dari cibiran dan kritikan yang pedas dari pembacanya. Tapi semua itu ia anggap laksana menikmati menelan obat pahit dan menjadi cambuk untuk menghasilkan lebih banyak karya lagi. Baginya memuaskan dahaga baca para pembacanya lebih nikmat ketimbang mendapatkan materi atas apa yang telah ia persembahkan.

Akan tetapi saya ingin menjadi penulis yang tidak saja puas dengan mendapat previllage dari pembacanya tetapi juga menjadi sarana menyuarakan pendapat kritis dan solusi atas ketiak beresan dan ketidakadilan dari sebuah fenomena sosial, apakah itu berkaitan dengan tempat dimana saya berada ataupun dari disiplin ilmu yang saya geluti.

Saya ingin seperti Moh. Hatta yang menuliskan pidato yang begitu menggelegar saat menyuarakan akan berdirinya negara dan bangsa Indonesia saat di konferesi pemuda Internasional di Belanda, Saya juga ingin seperti Bung Karno, ketika menulis Indonesia Mengguat, yang menjadi spirit baru perjuangan bangsa Indonesia yang sempat merebut, saat dia di Adili di Pengadilan Belanda, saya ingin seperti Tan Malaka, yang menuliskan buku Madilog sebagai kritik filsafat, sosiologis, historis dan menyadarkan masyarakat kita yang klenisme pada waktu itu, menjadi gerakan massa melawan, dan merebut kemerdekaan dari Belanda. Dan Saya ingin seperti Pramoedya Ananta Toer, mengritik penguasa dengan riset kedalaman riset sejarah yang hanya meggunakan ingatannya saja.

Mungkin itulah sekilas bayanganku seoang penulis yang benar-benar penulis, untuk sampai kesitu sepertinya saya harus banyak belajar, berdiskusi pada mereka-mereka yang telah melewati semua tahapan tersebut. Saya masih jauh dari mereka.

Salam

by Umaee

2 thoughts on “Penulis Hebat, Sebuah Bayangan Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s