Economic

Melacurkan Diri Dalam Ekonomi

EconomicDimana-mana orang membicarakan kesejahteraan, kesejahteraan hanya akan dicapai bila tingkat pertumbuhan ekonomi kita bagus, mereka berimajinasi, mempercayai bahwa negara-negara besar seperti Amerika, Eropa, Jepang, China dan India adalah sebuah protret utuh dari kemanjuan masyarakat, terjamin kesejahteraan hidup masyarakatnya disebabkan korelasinya yang  kuat dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dinegara-negara tersebut.

Oleh karena itu, setiap negara, daerah, desa, dukuh sekalipun menjadikan tingkat perekonomian sebagai salah satu cara untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat di dalamnya. Tulisan ini akan menganalisis tentang bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menguatkan perekonomian, apa saja yang harus dilakukan dan cara untuk melaksanakannya agar tercapai kesejahteraan tersebut.

Semuanya itu akan bergantung dari daya tahan perekonomian. Daya tahan perekonomian hanya akan baik bila memperhatikan fundamental ekonomi yang ditopang oleh 4 hal sebagai berikut :

1. Konsumsi domestik yg meningkat

Peningkatan konsumsi domestik akan menciptakan kestabilan supply dan demand

2. Nilai ekspor-impor

Ekonomi akan kuat bila ekspor meningkat, terutama barang jadi ketimbang raw material, n impor untuk barang2 raw material, ketimbang barang jadi. Raw material penting untuk bahan baku yang akan dibuat menjadi barang yg mana nilai keekonomiannya menigkat. Dengan meningkatnya nilai keekonomian suatu barang maka pendapatan pun akan meningkat.

3. Iklim Investasi

Penggalangan investasi dimana-mana dapat membuka lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan perekonomian daerah dimana investasi itu ditanam.

4. Ketahanan Fiskal

Adanya dana cadangan dari APBN yang cukup, akan menjamin roda perekonomian tetap berjalan bila, suatu waktu ada tsunami ekonomi yang melanda.

Mengapa roda perekonomian meski terus berjalan? Ada banyak pertimbangan yg harus diperhatikan, GDP, Angka kelahiran, Angka harapan hidup dan Human Development Index (HDI). Perekonomian akan stabil bila semua penduduk tercukupi kebutuhannya. Sementara cukup dan tidaknya keekonomian seseorang tidak dapat diukur, oleh karena itu sistem ekonomi pasar yang kita pilih meniscayakan adanya kompetisi merebut sumber-sumber daya yang menunjang kesejahteraan individu.

Kompetisi ini tidak hanya terjadi di suatu daerah atau suatu negara, tetapi kompetisi terjadi diseluruh belahan dunia, di semua negara, dalam keadaan seperti ini mereka yang tampil sebagai pemenang berhak mendapatkan, menguasai sumber2 daya yang diperebutkan itu. Dalam kenyataanya kompetisi yang terjadi terdapat jurang yang cukup lebar, antara para kompetitor, juang itu misalnya menjadinya negara industri meniscayakan pemilik alat-2 produksi yang mutakhir yang akan bisa dengan cepat menjadi penguasa, mereka dengan cepat memproduksi ribuan bahkan jutaan produk jadi dalam sekali proses produksi.

Berbeda halnya dengan industri kecil dengan produk serupa, mereka akan ketinggalan dalam hal jumlah hasil produksi, estimasi harga yang ditawarkan, n keuntungan yang diperoleh dari industri yang mereka jalankan. Dari titik inilah kita bisa kita melihat salah satu paramater mengapa suatu daerah mempunyai kesejahteraan masyarakat lebih tinggi dibanding kesejahteraan masyakat di daerah lain. Pada kenyataanya keadaan ini mempunyai sebaran yang sangat luas, tidak heran bila sumber daya fiskal dunia, lebih dari 70% terkonsentrasi pada 10% negara-negara maju. Dan 30% sumber daya fiskal, tersebar dalam 90% negara-negara miskin, dan berkembang.

Melihat keadaan di atas, kita tidak mengkin lari, karena memang itulah salah satu siklus kehidupan yang harus diperjuangkan, dipertahankan oleh manusia selama menjalani kehidipannya. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus merkompetisi, disaat yang sama kompetisi hanya akan baik bila dilakukan secara sehat, dan mempunya amunisi yang sama dalam mengejar, mendapakan pendapatan-pendapatan perekonomian. Ada dua pendekatan yang meski dilakukan, secara strukturalis saya mengadopsi teori “Antony Giddens”, dan secara teori of action yang digagas oleh “Machiavelli”.

Pertama secara stukturalis, pemerintah seyogyanya meciptakan iklim perekonomian yang baik, utamanya tools yang bisa digunakan melancarkan proses perekonomian, dengan cara menerbitkan kebijakan-kebijakan pro pada kompetisi yang sehat. Disaat yang sama diterapkan law inforcement pada pihak2 yang menggangi proses kompetisi yang sehat tersebut. Hal lain dengan membangun infrastruktur yang kuat yang bisa menopang, melancarkan arus transportasi, penyebaran bahan-bahan produksi untuk dipasarkan n dijual di masyarakat. Yang kedua secara teori of action, biasa juga oleh ilmuan-ilmuan sosial dikelompokkan dalam pendekatan actor. Terori ini mengatakan hanya aktorlah yang bisa mendobrak n keluar dari pakem yang sudah terbentuk (konstruksi sosial), oleh karena ini kita tidak akan berkompetisi dengan sehat bila masih banyak masyarakat kita yang tingkat pendidikannya dibawah rata-rata, masih banyak orang-orang dengan melek huruf yang tinggi. Juga orang-orang dengan kualifikasi n spesifkasi yang menjamin n bisa menjalankan instrument-instrumen teknologi terbaru yang menunjang proses produksi berjalan n menghasilkan produk.

Tidak salah bila pakar-pakar ekonomi mengajurkan agar manusia-manusia Indonesia sedapat mungkin melanjutkan pendidikan ketingkat paling tinggi setara doktor. Walaupun doktor bukan merupakan satu-satunya indikator berhasil dan tidaknya seseorang dalam sumbangsinya dalam perekonomian suatu daerah. Dari perbandingan data terlihat, Indonesia hanya memiliki 40.000 an doktor, sedangkan China yang tingkat perekonomiannya paling tinggi saat ini, memiliki 300.000 an doktor. Mau tidak mau kaulifikasi ini harus dipenuhi sebagai syarat utama apabila ingin berjuang dalam lapangan yang sama dengan negara-negara lain didunia.

Saya kasih contoh satu potret kecil pentingnya mempunyai kualifikasi n kompetensi yang sama dalam keeknomian, bila syarat itu telah tercapai, maka dengan sendirinya kita akan memiliki kaptial2 tertentu yang dengan begitu kita bisa melakukan berbagai macam hal, misalnya mendirikan yayasan (lembaga kemanusiaan) untuk membantu masyarakat miskin dipusat kota atau pelosok-pelosok negeri yang belum memiliki kesempatan untuk mendapat pendidikan, n kesejahteraan yang dimiliki oleh mereka-mereka yang telah mantab dalam perekonomiannya.

Akhirnya, saya membayangkan dunia ini akan tercipta suatu sebaran sumberdaya fiskal yang sama dimasing-masing daerah. Tidak ada satu daerah yang lebih sumber daya fiskalnya ketimbang daerah lain. Dengan begitu kesejahteraan akan dinikmati oleh keseluruahan umat manusia di dunia ini.

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s