Labor10

Memberangus Mental Inlander

Labor1Tantangan hidup sekarang ini sudah sangat besarnya. Sampai-sampai tidak lagi disisakan ruang bagi mereka yang ingin berpangku tangan. Meraih kedudukan dalam struktur masyarakat tidaklah mudah lailknya zaman dulu ketika arsitokrasi menjadi satu-satunya aturan dalam menentukan menjadi apa kamu dimasyarakat. Dengan gampangnya elit2 kerajaan menjadi penentu kedudukan dalam istana. Dalam keadaan seperti ini tidak mudah bagi kaum rendahan menapaki karir ke kenjang n bekerja, berkuasa pada kerajaan tadi.

Itu dulu, setelah tumbangnya kerajaan-kerajaan, dan runtuhnya arsitokrasi karena intrik-intrik politik yang jurstru menusuk dirimereka sendiri, bersamaan dengan itu, muncul kesadaran baru dari kalangan masayarakat bawah untuk merubah sistem yang sudah ada, karena dianggapnya sudah merupakan sistem yang tidak lagi bisa mensejahterakan rakyat. Alih-alih pemerataan kesejahteraan yang terjadi malahan penindasan diamana-mana.

Gerakan ini kemudian memposisikan kuasa rakyat sebagai penentu kebijakan tertinggi dalam struktur masyarakat modern. Dalam pada itu pula, telah membuka ruang untuk konstelasi kompetisi diatara masyarakat. Mereka yang berhasil survice dan melebihi orang lain, maka dialah yang bisa memimpin masyarakatnya. Dalam perjalanannya, upaya meraih kekuasaan tersebut tidaklah mudah. Tidaklah semulus yang dikira, kemampuan berjejaring, paham priskologis, sosiologis masayrakat, n mempunyai pengetahuan yang cukup tidaklah bisa mastikan kekuasaan itu mudah diaraih. Belum cukup dengan itu, sehingga perlu mempunyai satu lagi kemapuan yaitu memoderasi, memodifikasi, setiap manufer-manufer politik yang melibatkan orang-orang dalam pusaran kekuasaan atau mereka yang sama-sama berjuang dengan kita.

Prinsip utamanya adalah bisa memastikan dengan sangat baik mana, lawan n kawan. Lebih berhati-hati lagi adalah leihat dalam melihat lawan yang seolah-olah kawan tapi pada keadaan terntetu berbalik menusuk kita dari belakang disaat kita dalam keadaan berada pada titik nadir. Dengan begitu lengkaplah sudah apa yang dinamakan merebut kekuasaan demi melanggengkan cita-cita perjuangan yang diusung sejak semula.

Fenomena yang ada dimasyarakat kita, masih banyak terlihat dikotomi dalam perjuangan merebut kekuasaan yang totaliter, atau demokratis tapi dalam prakteknya oligarkis. Satu sisi hasrat kuat untuk menjatuhkan kekuasaan, disisi lain tidak mempunyai stratefi, konsep besar atau grand desing tetang apa yang harus dilakuan setelah kekuasaan itu tumbang. Dalam praktek yang lebih mikro pola seperti ini bisa dilakukan untuk berjuang dalam mewujudkan diri sebagai manusia yang mapan dan bersedia mengatur masyarakat atas dasar cita-cita kesejahteraan n melayani masyarakat.labor2

Kita mungkin sudah terlalu lama dibuai oleh suatu kesia-siaan, dalam bahasa intelektual kemerdekaan, mental inlander, adalah suatu mental yang hanya merasa cukup untuk menjadi seorang budak, pesuruh dan pembantu dari kolonialisasi dengan segala macam bentuknya hingga lupa didalam diri bangsa ini terdapat suatu semangat kuat, cita-cita besar untuk melawan n mengambil alih setiap peluang untuk memimpin bangsa, dalam skala makro yaitu mandiri dalam bidang ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam berkebudayaan, dalam skala mikro paling kecil memimpin suatu oraganisasi, lembaga hasil dari pemikiran dan cita-cita besar sendiri.

Berikut adalah pilihan-pilihan yang tersedia, jiakalau memang ingin memilih untuk berubah, menjadi pemimpin atau pengikut, tuan atau hamba, proses atau instant, pelayan atau dilayani, mandiri atau bergantung,  dsb. Memilih salah satu adalah keharusan setiap orang, tapi memilih inferioritas berarti siap menjadi orang yang tidak bebas mengekspresikan dirinya, bakatnya dikungkung oleh aturan yang rigid, jiwanya tidak lepas, dan gampang dibodoh-bodohi oleh permainan licik penguasa. Dan keinginan kuat untuk membangun masyarakat terbentur oleh aturan-aturan yang mengikat diri kita untuk bergerak menapaki jalan yang menjadi impian terladam kita.

Salam

by Umaee

One thought on “Memberangus Mental Inlander

  1. I do not even know how I ended up here, but I thought this post was good. I don’t know who you are but definitely you’re going to a famous blogger if you are not already😉 Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s