Mereka Bilang Resolusi

Happy-new-year-2013Bayangkanlah menjadi apa engkau masa depan, dengan begitu engkau telah satu langkah membuat landskap hidupmu menjadi nyata

Bilangan tahun telah berganti, ratap masa lalu harusnya telah dikubur dalam-dalam kemudian mari menyongsong masa depan dengan mengambil pelajaran dari kegagalan-kegagalan n kesuksesan-kesuksesan masa lalu. Setiap diri kita hendaknya bercermin dari masa lalu sehingga bisa menghindar untuk tidak terjebak dalam perangkap pilu kehidupan yang pernah kita alami. Begitupun keadaan dimana kau berada, jangan terlalu menikmati berada pada suatu tempat, berpindahlah! dengan begitu dinamika kehidupanmu akan terus bergulir ke arah kemajuan kualitas diri menyongsong hari ketika semua usaha tidak lagi diperkenangkan.

Tahun baru, acapkali dirayakan dengan penuh suka cita, hampir semua orang yang diasimilasi modernitas, paling tidak tertarik untuk melihat, merayakan dari media massa yang sampai kerumah-rumah mereka. Saya melihat mungkin kita terlalu terjerembat dari kebiasaan latah, mengikuti budaya baru tanpa perenungan apa arti dari semua genggab gempita perayaan pergantian tahun tersebut. Padahal menurut sosiologis historis kebudayaan kita sejauh pengetahuan saya tak satupun memeriahkan pergantian tahun dengan hura-hura, bunyi-bunyian, kembang api, terompet dll. Budaya kita secara turun-temurun dalam merayakan hari-hari besar tertentu dengan nuansa spiritualitas tanpa genggapgempita yang sedemikian hebohnya.

Dialog mengenai kebudayaan memang, meniscayakan bahwa setiap kebudayaan akan runtuh dan muncul kebudayaan yang jauh berbeda kemudian. Kebudayaan lama dianggap kuno, konservatif, tak zamani diganti dengan modern, kontemporer. Apakah ini berarti kita harus beralih ke budaya baru? Bagiku kebudayaan adalah refleksi kolektif dan ragam ekspresi yang dominan dalam suatu masyarakat yang di adopsi oleh masyarakat tersebut dalam kurung waktu yang lama. Oleh karena itu, mereka yang menguasai sumber-sumber propaganda, informasi, teknologi yang lambat laun akan berkuasa dan dengan sesuka hati menyisipkan budaya (baca:ideologi) mereka kedalamnya.

Apakah ini berarti teknologi yang salah? Tidak, sedemikian canggihnya produk teknologi informasi itu, sampai-sampai kita dengan gampang terbuai karenanya. Bila kita ingin melihat lebih jauh makna teknologi informasi itu, akan kita temukan bahwa produk ciptaan teknologi inforamsi itu, tiada lain dari kecanggihan. Kepintaran, kecerdasan para pemikir-pemikir melihat peluang dalam diri manusia. Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang tak memiliki batas kemauan apabila diturutkan maunya. Seberapa banyakpun produk teknologi informasi tidak akan bisa memuaskan dahaga keinginan dalam hati manusia.

Kita lihatlah contoh produk teknologi informasi handphone misalnya, sudah hampir 2 dekade perusahaan terus memproduksi beragaram model, bentuk, kecanggihan fasilitas, kenyamanan tapi manusia selalu saja ingin, membeli (baca:memuaskan keinginannya) produk baru untuk dinikmatinya walaupun telah berjibun produk yang setipe dimilikinya.

Menyadari hal tersebut seharunya kita sadar bahwa perayaan tahun baru pun tidak luput dari cara-cara baru memuaskan hasrat keinginan manusia untuk merayakan kesenangan yang tak akan habis dalam dirinya. Dengan merayakan dengan genggap gempita, hura-hura apakah kita merasa telah senang? Saya percaya itu tidak akan lama. Bagi saya pergantian tahun adalah moment yang tepat untuk berkontemplasi, berefleksi sejenak, meluangkan waktu dalam sunyi karena dengan itu, secara jernih kita bisa melihat landskap buram kehidupan kita ditahun-tahun sebelumnya. Membersihkanya, memperbaikinya dan mengambil pelajaran daripadanya. Karena itu, bisa dipakai metode-metode spiritualitas seperti budaya keindonesiaan kita (‘haroa;syukuran’ kalau di Buton), ataupun yang lain. Yang pasti tidak dengan genggap gempita, hura-hura dsb.

Sering juga saya melihat, kesalahan yang dilakukan oleh budaya kita adalah terlalu lega dengan kontemplasi, sehingga lupa untuk optimis n menyusun strategi dalam bertindak, menjadi petapa sudah bukan lagi zamanya sekarang ini, kini kita tidak lagi bisa menyandarkan hidup dari kebun, ladang, laut kita tanpa digarap secara profesional atau masih memakai sistim kuno karena itu sudah milik orang lain.

Meski disadari, standar hidup sekarang ini sudah tinggi. Bisa saja kau memenuhi makanmu sehari-hari dengan sediaan alam disekitasmu tapi tidak untuk anak-anakmu, keluargamu terutama kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan yang kita tahu bersama sangat mahal. Belum lagi berhadapan dengan menusia-manusia jahat, oportunis rela mengorbankan orang lain demi untuk ambisi pribadinya. Tidak ada cara lain, kita harus meleburkan diri ke dalam keadaan zaman ini, sambil selalu awas dari upaya mondialisasi yang memisahkan kita dari roh sebagai manusia yang sadar akan hakikat dirinya.

Untuk saya sendiri, resolusi di tahun 2013 ini adalah saya ingin segera menyelesaikan studi, menyusun buku dan masuk di salah satu lembaga kemanusiaan untuk terus, paling tidak membebaskan orang-orang miskin, tertindas, kesemena-menaan dari cengkeraman kehidupan. Bukan karena mereka tidak bisa bersaing karena mereka tidak diberi kesempatan oleh negara untuk terus belajar, paham pengetahuan baru dan mendapatkan pekerjaan untuk kehidupan mereka.

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s