Menanggung Konsekuesi Demi Terwujud Impian

lukisanTelah terbayang jelas dibenakmu bagaimana dunia ini berproses, dunia ternyata tidak seidah negeri dongeng, kejahatan n kebenaran itu bertaut-taut dalam satu peristiwa yang begitu jelas n mudah, sampai akhirnya pemenang berada pada pihak kebenaran. Berbeda dengan dunia nyata, kejahatan n kebenaran seolah buah butiran zarah yang sulit diidentifikasi keberadaanya,  berwarna warni, memang jelas kejahatan n kebenaran itu mempunyai entitas yang bertolak belakang, namun kehidupan nyata telah membetuknya menjadi dua hal yang bercampur baur, kadang-kadang melebur jadi satu.

Menghadapi keadaan seperti ini, perlu keadalaman pengamatan, pengetahuan, analisis berbagai sumber, multiple sumber pengethuan, dengan begitu arah mana dia bergerak, bisa dengan mudah kita terka. Akumulasi kejahatan n kebenaran bisa kita lihat pada seorang manusia. Satu sisi dia berlaku jahat karena alasan tertentu, karena itu semua orang mencerca, merendahkan, menghujat, pada sisi yang lain berlaku benar, hal yang sama semua orang akan menyanjungnya, memuji, memuliakannya. Dengan begitu akan sulit bagi kita untuk memisahkan mana kejahatan n mana kebenaran. Bisa saja kita menghukum manusia demikina karena kejahatan yang ia lakukan, lalu apakah dengan begitu kita serta merta melupakan kebenaran yang ia lakukan selama ini.

Manusia-manusia seperti itu sangat banyak bertebaran di dunia nyata, belum lagi ada upaya sistematis melanggengkan kejahatan dalam skala global, pertanyaanya siapakah yang akan menekaggakkan kebenaran dalam hal ini? Mungkin itu terlalu membuthkan the big power untuk membongkarnya. Kita ambil contoh kecilah, upaya pemasungan sumber-sumber daya bagi rakyat kecil; apakah itu berhubungan dengan relasi Kuasa-Pengetahuan, Patron-Klien, Dokter-Pasien, yang syarat akan penyelewengan-penyelewengan salah satu pihak. Pola-pola interaksi itu meniscayakan ada suatu pihak yang superior dan inferior di pihak lain.

Sementara dirimu, q telah berikrar akan mengambil bagian dari upaya untuk membongkar kekusutan relasi tersebut, dengan power to enforce. Tapi itu hanya bisa dilakukan bila kau mempunyai basik kekuatan, keilmuan dan jaringan yang kuat, teritegrasi dalam satu komunitas yang sama dalam visi yang diusung. Paling kecil yang bisa dilakukan adalah dengan membuat suatu analisis kuat yang diabadikan dalam sebuah buku dan dibaca oleh semua orang. Tanpa sebuah karya yang kau hasilkan maka daya kritis itu hanya dianggap sebagai guyonan anak kecil yang tak berarti. Apakah buku itu telah ada?

Bila karya itu telah ada, maka persiapkanlah dirimu baik waktu, jiwa, n raga untuk menjadi sasaran amuk dari kemapanan yang ingin kau bongkar tersebut. Sebuah kemapanan tidak akan mudah dibongkar hanya dengan pukulan-pukulan kecil saja. Belum lagi mereka bukan sesuatu yang tetap tapi selalu merespon setiap serangan yang mengarah kepada mereka pula. Berbagai fenomena sosial telah meperlihatkan bahwa kemapanan akan selalu dipertahankan walaupun itu mengorbankan segala sumber daya baik sakral maupun yang profan

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s