Buton

Menyingkap Kuasa Buton Sebagai Pendobrak

ButonLebih baik Bertapa Setahun tapi menghasilkan Karya ketimbang berkelana bertahun-tahun tidak menghasilkan apa-apa. Inspirasi itu bisa didapatkan dimana saja, pada waktu kapan saja, barusan kembali berpikir tentang target2 yang dulu kubuat. Ketika melihat beberapa tulisan di social media.  Target2 itu muncul kembali, sebagai salah satu anak bangsa kelahiran buton yg ingin berkiprah di skala nasional dan sebagai satu kebanggaan akan kesukuan buton yg hebat dimasa lalu.

Saya memutuskan untuk meniti karir dan ekspert dalam keilmuan farmasi, berat memang, tapi dengan ketekunan dan kerja keras, n percaya pada kekuatan otak sendiri itu akan bisa dilewati dengan pelan tapi pasti akan menghasilkan sebuat berlian2 hidup n bersinar ditengah-tengah kawanan batu2 hitam n menghanyutkan.

Buton sangat potensial untuk meraih itu, didalam kehidupan sosial masyarakat buton, kita sering mendapatkan ilmu-ilmu yg adiluhung, hanya dengan menghendaki sesuatu itu segeralah sesuatu itu bertranformasi sesuai dengan keinginan membuat kehendak itu.

Tentu saja kehendak disini tidak seperti kehendak seperti orang kebanyakan, kehendak disini merupakan kehendak yang lebih tinggi/kuasa yang hanya bisa didapat dengan melakukan amalan-amalan tertentu, n ritual2 khusus serta “tradisi lisan” yang dikembangkan turun-temurun.

Sebagai contoh, masyarakat buton bisa mencengkram hati setiap orang dengan kehendak itu, kelebihan ini sering digunakan orang buton untuk melawan penjajahan belanda kala itu, engkau akan bisa melawan sepuluh orang dengan senjata lengkap (parang, batu, tongkat, pisau dll) hanya dengan menggunakan tangan kosong atau sebilah kayu. Dihadapanmu mereka itu laiknya hewan-hewan yg linglung/hilang akal, tak tahu arah tujuan n pekerjaan yg mereka lakukan. Dalam keadaan sepeti itu akan mudah untuk ditaklukkan. Begitu hebatnya kelebihan ini!

Tidak jarang, karena kelebihan yang begitu mendalam ini, tak jarang banyak meletakkan orang-orang buton pada kategori golongan orang2 yang nekat, bersedia melawan siapa saja tanpa rasa takut, dan siap mati untuk sebuah keyakinan akan kebenaran yang dipercayainya. Bisa dikatakan “sego” (istilah untuk orang dengan nyali kuat dalam bertarung)

Kelebihan orang buton ini telah dimiliki, kemudian untuk menuju ke skala nasional diperlukan kelebihan lain, kelebihan inilah tempat bersemayamnya ilmu-ilmu pengetahuan yang berkembang seperti sekarang ini. Pada masa sekarang ini dua ilmu pengetahuan yang sangat berkembang dan begitu luas mempengaruhi kehidupan bangsa dan tanah air ini, sehingga hampir setiap hari kita menyaksikan dihampir semua media masa didominasi oleh implementasi2 kedua Ilmu Pengetahuan ini, ilmu pengetahuan ini adalah hukum n politik.

Bagai dua sisi mata uang, ilmu pengetahuan itu pun demikian, tinggal kita sendiri mau menjadi/memilih salah satu atau keduanya secara bersamaan. Kita akan memilih untuk menjadi pendekar/kesatria hukum atau politik besih tanpa manipulatif disatu sisi ataukan pendekar/kesatria hukum atau politik dipihak lain.

Di bagian lain ada beragam ilmu pengetahuan yang mana mempunyai kesempatan yang sama untuk berkiprah di kancah nasional. Hanya saja jalan ini tidak diliput oleh media seintens dua jalan ilmu pengetahuan lain diatas. Asumsi ini kalau kita menggunakan berapa kali ketermunculan dimedia masa, sebagai indikator hebat atau tidak hebatnya orang Buton di kancah nasional?

Akan tetapi apakah sudah ada yang meniti jalan itu? Ataukah sudah ada yang mencoba meniti tapi kandas ditengah jalan? Biarlah arus informasi yang kita terima menjadi menjawabanya.

Bagisaya, apapun jalan ilmu pengetahuan yang dipilih, patokannya adalah bagaimana dengan kita berada didalamnya mampu menjadi pelaku, pemberi peringatan akan marwah ilmu pengetahuan itu sendiri. Karena tak jarang kita sering memperhatikan banyak diantara praktisi2 telah jauh dari marwah ilmu pengetahuan tersebut, mengarahkannya pada ambisi individu, kelompok atau ideologi tertentu.

Didalam ilmu pengetahuan farmasi misalnya ilmu pengetahuan farmasi telah lama terjebak pada kooptasi korporasi industri farmasi dunia yang mana berorientasi pada profit sebesar-besarnya dengan seminimum ongkos produksi.  Disaat yang sama melupakan sisi2 kemanusiaan –manusia acapkali disamakan semua, dengan asumsi dasar, semua mempunyai kemampuan untuk memperoleh produk2 idustri farmasi n segala macam derivasinya, di lain pihak tidak peduli terhadap hidup n matinya manusia2 yg tidak mempu memperoleh produk2 n jasa2 yang mereka tawarkan –  dari objek (manusia) sebagai mahluk yang juga tinggi derajatnya.

Berlatar belakang dari itulah, saya mencoba meniti jalan itu, berat memang, tapi saya percaya pada kemampuan diri saya, dan banyak orang2 yang se “iman” pada visi sama untuk sama2 bergerak melawan/bergolak melawan kemapanan, Insya Allah

Salam

By Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s