Personal-Branding

Personal Branding

Personal-BrandingPersonal Branding adalah gambaran yang orang sematkan, berikan, labelkan kepadamu atas suatu kualifikasi tertentu yang ada pada dirimu. Orang lain akan mempersepsikan dirimu sebagai apa bergantung sebanyak apa informasi yang mereka terima. Kau akan dipersepsikan humble kalau kau memperlihatkan perilaku humble, kau akan dipreseptiskan polite kalau kau memperlihatkan perilaku polite, kau akan dipersepsikan smart mempunyai kualifikasi tertent bila kau memperlihatkan kualifikasi tersebut pada mereka.

Pertanyaanya sekarang adalah ingin dipersepsikan sebagai apa kau sekarang? Menghadapi tantangan globalisasi, das solen kita ingin dipresepsikan menjadi bagian yang ingin diperhitungkan, atau mengambil tempat pada suatu titik dalam globalisasi tersebut. Globalisasi menghendaki setiap orang mesti mempunyai kualifikasi dalam hidupnya yang mana kualifikasi itu bisa berguna n ikut berperan dalam proses globalisasi. Yang terjadi kemudian adalah ada kanibalisme kualifikasi2 yang tidak tahan uji. Globalisasi menuntut sesorang mempunyai seperangkat keahlian, seperti bahasa, keahlian spesifik baik teknis maupun manajerial yang berfokus pada suatu persoalan tertentu.

Berfokus pada keahlian tertentu pada waktu yang lama paling tidak ada dua kemungkinan yang akan terjadi, pertama, kita akan makin mendalami setiap persoalan yang muncul, baik itu persoalan yang simple maupun yang kompleks, begitupun daya analisis kita yang makin tajam. Mempunyai keuatan prediksi yang mendekati tepat. Bila kita mencermati keadaan sosial kita, akan kita temukan ada sekelompok orang begitu pakar dalam bidang tertentu tersebut sampai2 ia hanya menghabiskan hidupnya pada bidang keahlian tertentu tersebut.

Kedua, sekelompok orang, mempunyai pengetahuan yang tidak mendalam, ia mempunyai pengetahuan tetapi hanya bersifat umum2 saja. Kelompok seperti ini mempunyai daya pikat kepada orang lain yang sangat besar, begitupun bagaimana ia berinteraksi dengan orang-orang, akan dengan mudah memilih topik pembicaraan sesuai dengan keinginan mereka. Namun bila ditanyakan masalah spesifik mereka akan lemah. Kondisi ini kemungkinan besar bermanfaat besar pada sifat sosial kita pada saat bersamaan kita akan sulit untuk dikenali, n mendapat bagian dari era globalisasi.

Mencermati kedua katogeri diatas kita bisa menganalisis, bahwa globalisasi memang menghadirkan suatu yang spesifik yang harus dimiliki oleh siapa saja n pada akhirnya akan melahirkan sikap individualisme, terkungkung pada masyarakat tertentu saja. Namun bila kita tidak cermat menyadari kondisi ini kita akan mudah terjebak pada disintegrasi sosial kita. Oleh karena itu, penting mempunyai keahlian spesifik dan banyak menghabiskan waktu untuk menekuti satu bidang keahlian tapi jangan dilupakan tentenang pengetahuan-pengetahuan lain yang lebih umum karena itu akan lebih mudah menumbuhkan interaksi sosial kita ditengah masyarakat. Interaksi sosial diantara sesama masyarakat penting karena sifat kodrati yaitu manusia sebagai mahluk sosial.

Sebagai catatan, mestinya kita harus lebih sensitif mengetahui, memahami n menyadari setiap tantangan-tantangan yang ada n akan ada dihadapan kita, dengan begitu kita dapat mengambil suatu sikap yang mana sikap itu tidak lantas mengorbankan kodrati kita sebagai manusia disinilah letak personal branding yang akan kita perjuangkan untuk dimiliki n jangan pula mengambil jalan lain, bahwa kita lari dari tantangan, mengasingkan diri, karena itu akan membuat kita terpuruk dan dilekang oleh zaman, dan diombang-ambing oleh gelombang tantangan masa depan.

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s