Perpus UGM

Melihat Dunia Lewat Perpustakaan

Ketinggian masyarakat bisa terlihat sejauh mana masyarakat itu memanfaatkan, dan mengisi hari-harinya dengan membaca, berdiskusi, diskursus, dialektis, deliberatif dengan sebaik-baiknya. Tidak sudah untuk membuktikannya, bila kita melihat negara-negara maju, suatu daerah maju, atau desa sekalipun kita akan menemukan bahwa pada masyarakat itu terdapat suatu proses pergolakan ilmu pengetahuan terus menerus sampai pada kenyataan bahwa semua anggota masyarakat menjadi matang untuk secara sadar menemukan solusi sekaligus menjawab persoalan masyarakatnya sendiri.

Ilmu pengetahuan yang baru ini, di dapat dengan cara, misalnya satu atau beberapa anggota masyarakat itu datang dari luar kota yang sebelumnya ia menempuh pendidikan tinggi disana, dengan begitu masyarakat akan menemukan hal baru, untuk di diskursuskan bersama, sehingga akan terjadi saling mentranmisikan keyakinan, pengetahuan, pengalaman baru, meperkenalkan corak budaya baru kedalam masyarakat itu sendiri, pada akhirnya akan terjadi pergeseran paradigma masyarakat lama keparadigma masyarakat baru atas asimilasi dari masuknya pengetahuan baru di daerah mereka.

Cara lain dengan melihat ada tidaknya sumber-sumber pengetahuan yang statis (buku-buku, majalah, hasil riset-riset ilmiah dll) di daerah dimana masyarakat itu menjalani kehidupannya, salah satunya adalah tersedianya pusat-pusat baca, toko-toko buku, perpustakaan-perpustakaan yang terkelola dengan baik. Penekanan saya disini mengenai perpustakaan. Di kota-kota besar dan maju perpustakaan adalah medium untuk menata pengetahuan dari berbagai penjuru dunia, dari berbagai aspek ilmu pengetahuai, baik itu penelitian teoritis maupun terapan, sosial atau eksakta, dan berbagai pengetahuan praktis lainnya di dalam suatu tempat tertentu. Yang tentunya perpustakaan itu akan menjadi kaya ilmu pengetahuan bila diisi terus-menerus ilmu pengetahuan baru. Dalam usaha memenuhi ini mau tidak mau melibatkan lembaga-lembaga penelitian baik itu universitas-universitas negeri maupun swasta, ataukan lembaga-lembaga penelitian lain. Juga tak lupa melibatkan peran networking sumber-sumber ilmu pengetahuan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menjadi jelas pengertian kita tentang perpustakaan bila disertakan dengan contoh, perpustakaan UGM misalnya. Perpustakaan ini berorientasi pada kepuasan penggunanya. Dalam rangka memenuhi itu, kita akan banyak menemukan fasilitas-falititas nyaman disetiap ruang-ruang yang kita masuki. Perpustakaan ini mempunyai 5 lantai, masing-masing ruangan dan lantai dikategorikan berdasarkan cakupan ilmu2 dan materi-materi khusus yang ada di dalamnya. Seperti Hatta Corner, American Corner, Bank Dunia, Sampurna Corner, arsip buku lama, arsip buku baru, kumpulan makalah, skripsi, tesis dan disertasi. Dan terdapat pula ruang-ruang diskusi khusus baik itu dalam jumlah 3-4 orang atau lebih yang memungkinkan bisa lebih berekpresif tanpa menganggu pembaca yang ingin mendapatkan ketenagan untuk dapat berkonsentrasi penuh.

Demi kelancaran, dan kenyamanan berada di perpustakaan, perpustakaan menyediakan fasilitas free hospot lengkap dengan colokan dalam jumlah yang memadai pada masing-masing ruangan, selain itu juga dilengkapi dengan toilet pria/wanita. Untuk kebutuhan makan/minum pula disediakan kantin, klontongan untuk kue-kue yang biasa diperuntukkan untuk sarapan. Selain itu juga terdapat fotocopy dibeberapa spot ruang. Untuk urusan pinjam/mengembalikan buku, perpustakaan membolehkan meminjam maksimal 10 buku untuk 10 hari, bila melewati batas waktu pengembalian akan dikenakan taks seribu rupiah per hari.

Sementara untuk mengakses jurnal ilmiah, perpustakaan ini setidaknya telah berlangganan dengan lebih dari 10 jurnal internasional yang memungkinkan pengguna untuk mendownload untuk keperluan masing-masing. Bila masih sulit untuk mengakses jurnal atau artikel-artikel terkait ditengah ribuan artikel yang muncil dikolom pencarian. Maka perpustakaan selalu melakukan pelatihan gratis setiap pertengahan bulan dibagi dalam kelompok ekstakta dan non eksakta.

Perpustakaan ini juga diperuntukkan untuk mereka yang berasal dari luar kampus UGM, tidak sudah untuk masuk dan menikmati layanan yang ada, kita Cuma melapor pada administrator yang berada didekat pintu utama perpustakaan, dengan mengisi daftar hadir dan membayar task sebesar 20 ribu per-hari dan 40 ribu per-minggu. Untuk urusan menelusuri skripsi dan disertasi tidak diperkenankan mem fotocopy, pengguna hanya bisa menulis diruangan, dan juga mengakses langsung skripsi, tesis dan disertasi melalui komputer yang disediakan dirunagn karya ilmua, skripsi, tesis dan disertasi.

Dari deskripsi saya tentang perpustakaan diatas menajdi jelaskan mengapa mahasiswa UGM terutama dalam bidang update, dan pengembangan ilmu pengetahuan selalu melebihi banyak kampus-kampus lain khususnya di Indoensia. Kedepan ini bisa dijadikan raw model kepada siapa, instansi apa saja untuk dibangun di daerah-daerah lain di Indonesia terutama di daerah saya di Buton.

Kenapa di Buton? Karena saya tahu di sana update pengetahuan baru itu sangat terbatas, pemerintah kota, ataupun juga universitas-universitas disana belum terpanggin untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat mencari pengetahuan-pengetahuan baru dalam usaha menyelesaikan problem-problem sosial masyarakat atau membangun dayasaing kompeititf masyarakat dibandingkan dengan masyarakat maju dibelahan dunia lain. Disana perpustakaan hanya menjadi tempat, rumah yang nyaman untuk hewan-hewan pengerat, laba-laba beranakpinak.

Harus saya akui, dan beberapa kawan berkelakar bahwa masalah utama tidak dibanggunya perpustakaan yang nyaman untuk dikunjungi adalah rendahnya budaya membaca masyakat. Tapi apakah dengan menyalahkan budaya masyarakat maka terhenti gerak kita untuk berkembang? Ataukah Kenapa tidak dibangun saja perpustakan yang nyaman setelah itu disosialisasikan dengan pendekatan-pendekatan sosiologi tertentu sesuai dengan karakteristik masyarakat?

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s