How Brain Work?

Brain Exercise need more time, its urgent to do that, because brain is always freez and can’t thinking or remember best provided isn’t be used. All the world problems is complicated and need a tool, where sensitivity and effectivity is number one as a requirement. The threaten of the looking for job, its simple example, job provided, isn’t want to deliver some job to anyone if the anyone not be able fulfill criteria soft and hard skill that manufacture eligible. So which one do u want to do for maximality to trigger brain capacity?

Basically brain always process all the times, but it just a few part of the brain of activated, not all the part of brain. Some of exercise can maximality the other part is. Many instructor will suggest u for make sure that all of your sense is on going balance. Like right and left hand, ear, eye, leg, finger, shoulder act. Cause its connected and overcome neuron to go into the central of thinking/rationality, we can said that is brain.

The advance exercise you can use the brain had exercised to specific skill, like what your passion do you like. Wherever the humaniora, social, technician, medicine, health ect. Deserve to remember is don’t ever once to stop your brain although one second.

Doesn’t the God say, “By the time, Indeed mankind is in loss, except fort those who believe and done righteous deeds and advised each other to trust and advised each other to patience

Salam

by Umaee

Advertisements

Green Design to My hometown

Make a product to enforce the society, maybe has to adopt the GMU programs. GMU had establish more strategical unit to combat globalisation and empowering local potention, two of the strategical unit is a traditional market and unit union Koperasi.

It’s all the answer, much threaten in hometown to developing be a city of wealfare and equal with other leading city in scope of Indonesia must be solve.

Threaten can be from internal and external aspect, all of aspect is spreated in four sector of society. These is government, privat, public, and education. Each of the sector in the fact of have much a problem in itselves.

Underlining of problems are each people that involved is selfish, wish the winner be its own, not a collective own. Political aspec is leaded, mainly is black politic game, perseption is still on statisfaction in this situation, the situation every society order in normal life e.g work as a employee on office of state is the only one occupation that prestigious.

The other If there is the progressif idea for proving city, it will be ignored, and the persons who proposed is discriminated on the society.

So, the early question that we have proposed is change the society paradigm. To apply its is started on ourselves and the program that succesful on society, with that everybody can see the positif impact so they do the same act.

Maybe the bussines sector is early step for the change the complectivities problems on my hometown. Is the tradiotional market and unit union Koperasi is the best choose to solve the problems? Let’s see

Salam

by Umaee

Kehidupan Laksana Gerakan Air

Hai Engkau, pernah kah kau berpikir semenit, bahwa kau itu bagaikan mayat mati, pemimpi sejati, tahukah kau di dalam kesendirianmu itu ada banyak mata memperhatikan dirimu, mereka menilai, mengawasi, gerak gerikmu. Tahukah kau, bahwa hidup sendiri dan bebas dari orang lain adalah sebuah impian kosong/fatamorgana. Dikepalamu. Dirimu itu pada dasarnya punya kewajiban untuk menjadi bagian dari orang lain, hidup manusia itu adalah membuat masyarakat baru, jiwa manusia itu adalah jiwa sosial.

Butuh peran kritis seperti apa lagi supaya bisa menggerakan kau untuk bergerak dari keadaan sekarang ini, keluarga, teman, tetangga, dosen, pembimbing, penguji, kolega, mitra dll. Tidak cukup kah itu buat mu? Apakah kau dilecehkan sampai titik rendah, hina baru kau akan bangkit dan mengejek orang itu pula. Tahukah kau bahwa itu semua adalah kiriman dari pencipta karena kasih sayang Nya kepadamu.

Beribu keberuntungan ditawarkan padamu tapi sikapmu, respekmu pada hal itu tak berarti dan hambar bagimu. Semua orang kau kelabui, kau bohongi, kau siasati. Itukah yang ingin kau pertahankan terus. Padahal hatimu selalu memberontak ketika itu kau ucapkan. Kau ingin menari dengan suatu pergolakan jiwa mendapatkan kekasih yang selalu disayang tapi tidak ada usaha yang kau lakukan.

Mana prestasimu yang bisa menjadikan orang lain bangga atas dirimu, belum ada citra/imej yang terbayang pada orang lain pada dirimu. Apakah yang kau mau? Tidur terus tanpa ada suatu perbuatan yang ingin kau lakukan. Waktu itu sunatullah, kau tak akan terus berada pada kondisi yang sama. Walaupun kau enggan untuk berdiri, minggat dari situasimu ini. Diakan bergerak. Sesungguhnya manusia dan waktu itu bagai dua ruang, memiliki hubungan bagai air yang mengalir dari penggunungan. Manusia bagaikan air yang harus senantiasa bergerak mengikuti kemana muara, aliran, sungai berjalan. Dengan begitu dia akan terus  jernih, segar, menjadi inspirasi, rahmat bagi mahluk2 apa saja yang dilaluinya. Ketika ia diam pada suatu tempat. Dia hanya akan bau, busuk, kotor dan mahluk2 tidak akan memanfaaatkanya pada akhirnya akan kering dan mati tanpa bekas. semenara kontur tebing pegunungan adalah jalan yang harus, mautidak mau harus dilalui.

Kalau engaku memang ingin seperti itu, cukuplah buat dirimu saja, tapi jangan libatkan handaitaulanmu, malu, aib karena engkau. Apakah engkau mau membuat mereka malu, bersimbah airmata lagi, perlukan air mata darah baru engkau akan berubah, atau kehilangan semua orang-orang terkasih. Sementara itu, persetan dengan gagasan besarmu ingin menolong, membatu, mensantuni, mengurangi beban, memberi nafkah orang lain pada saat yang sama dirimu berada dalam keadaan takberdaya walaupun hanya untuk menegakkan kaki semangat untuk kau banggit dari tidur panjangmu.

Nasihat apa lagi yang akan kuberikan, saya sadar walaupun semua itu menyayati dan mengobrakabrik, rasa n lanarmu. Tiada penyangga dirimu selain engaku sendiri, motivasi itu harus hadir dalam setiap gerak, tatapan, rasa, kecap, bau, dengar pada dirimu sendiri.

Salam

by Umaee

Pantangan Makanan

Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba kabhisu (bisul) muncul di salah satu bagian tubuhku, kondisi ini membuat saya terbatasi beraktivitas seperti sewajarnya. Padahal selama ini itu belum pernah terjadi sebelumnya, saya memcoba mengingat kembali apa yang telah saya lakukan sebelumnya hingga itu bisa ada. ada yang bilang apapun penyakit atau kondisi tubuh kita masa kini tidak terlepas dari perilaku makan, aktivitas kita seharian. Ku berpikir, selama ini aktivitasnku normal-normal saja, tidak ada yang terlalku berat atau ringan kulakukan.

Bagaimana dengan makanan, ilmu kimia farmasi mengajarkan bahwa makanan-makanan instan, fast food, kebanyakan mengandung MSG (Mono Sodium Glutamat) yang itu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kucek apa yang telah saya makan beberapa hari sebelumnya, ternyata benar, hampir setiap malam saya memakan mie Instant, sementara itu didalam mie instant memang benar ada MSG. Akhirnya bisa saya simpulkan inilah yang menyebabkan penyakit kabhisu itu ada sama saya.

Mengetahui penyebab dari penyakit ini akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi atau mengurangi makan mie instant, dengan pengetahuan tentang obat2an yang saya punya akhirnya saya memutuskan untuk membeli obat anti inflamasi yang mana bisa menyembuhkan paling tidak mengurangi penyakit kabhisu tersebut. Obat yang kuputuskan untuk beli adalah Acetaminofen, didalam obat ini terdapat tiga khasiat yakni, antiinflamasi, analgetik, dan antipiretik. Dan paling aman digunakan oleh orang anak2, dewasa dan tidak direkomendasikan pemakaian tanpa pemantauan dokter untuk bayi. Obat ini termasuk juga dalam golongan obat bebas. Sehingga di manapun toko obat pasti kita bisa membelu walaupun tanpa resep dokter. Alhamdulillah, setelah 3x menelan obat ini, perlahan2 penyakit kabhisu yang saya idap perlahan-laham sembuh.

Pesan dari kejadian ini adalah saya tidak akan gegabah lagi untuk memakan makanan-makanan dengan MSG didalamnya. Mungkin juga buat kita semua

Salam

by Umaee

Reifikasi Suara Hati

Untuk menempuh jalur selanjutnya, engkau harus bisa mengalahkan tantangan-tantangan yang ada di depanmu sekarang ini.

Lihatlah jauh kesana, disana ada banyak peluang dan kesempatan yang begitu mulia, begitu banyak tersedia dan  untuk menyalurkan semua passion dan keinginan terdalammu mengabdi untuk dirimu, masyarakatmu, bangsamu dan umat manusia.

Janganlah terkungkum dan lari dari tugas besar yang harus kau selesaikan dan lewati, karena itu adalah pintu besar untuk menuju setapak kemajuan dirimu ke tangga hidup yang lebih tinggi

Katanya ingin menjadi seorang leader yang paham tetang konsep-konsep manajemen

Katanya ingin mengubah paradigma masyarakat denan pemahaman konsep manusia, kedidupan yang benar sesuai dengan naluri manusiawi terdalam manusia.

Katanya ingin banyak membantu orang lain dengan melakukan segala hal mengenai kemanusiaan, dengan dan atau tanpa imbalan

Katanya ingin membanggakan keluarga dengan prestasi-prestasi yang juga merupakan salah satu ukuran keberhasilan mendidik anak bagi mereka

Katanya ingin membuktikan kepada semua orang, kerabat, teman kepada dunia bahwa diri saya bukan lah seorang pecundang yang selalu kalah dan tidak disiplin dan terlena pada suatu tantangan cemek didepan mata

Katanya ingin menjadi orang pertama di lingkungan tempat pernah saya lalui untuk menuju suatu masyarakat yang akademik dan prestisius karena kemampuan yang dimiliki

Katanya ingin membuktikan kepada semua orang yang menganggap sinis, skeptis bahwa engkau bisa melebihi mereka, dan bisa berbuat sesuai berguna bagi kehidupan

Katanya ingin menjadi sukses dahulu, flow kehidupan yang stabil baru kemudian menikah dengan calon idaman

Katanya mengabdi kepada kemanusiaan adalah segala-galanya bagi hidupmu

Katanya mau melakukan apa saja demi membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan tunduk menghamba pada orang-orang serakah

Katanya ingin bisa menyelesaikan segala persoalan akademik dengan cepat dan mampu mempertahankannya dari cibiran sinisme, kritis yang dibangun dengan dasar menjatuhkan

Katanya ingin berdiri setara dengan orang-orang besar, penuh idelisme kuat dalam dirinhya untuk bersama-sama berjuang, memberi sumbangsih pada masyarakat

Katanya ingin berteman, bersahabat dengan orang-orang besar, dikenal sebagai orang yang juga satu harapan dengan mereka, mempertahankan kedaulatan bangsa

Katanya ingin menjadi orang yang tidak gampang goyah hanya dengan masalah-masalah kecil lingkungan perasaan, dan konflik sosial

Katanya ingin menjadi mental model bagi keluarga, kawan-kawan untuk berprestasi dan dihormati, dihargai oleh orang lain

lalu?

Salam

by Umaee

Melihat Dunia Lewat Perpustakaan

Ketinggian masyarakat bisa terlihat sejauh mana masyarakat itu memanfaatkan, dan mengisi hari-harinya dengan membaca, berdiskusi, diskursus, dialektis, deliberatif dengan sebaik-baiknya. Tidak sudah untuk membuktikannya, bila kita melihat negara-negara maju, suatu daerah maju, atau desa sekalipun kita akan menemukan bahwa pada masyarakat itu terdapat suatu proses pergolakan ilmu pengetahuan terus menerus sampai pada kenyataan bahwa semua anggota masyarakat menjadi matang untuk secara sadar menemukan solusi sekaligus menjawab persoalan masyarakatnya sendiri.

Ilmu pengetahuan yang baru ini, di dapat dengan cara, misalnya satu atau beberapa anggota masyarakat itu datang dari luar kota yang sebelumnya ia menempuh pendidikan tinggi disana, dengan begitu masyarakat akan menemukan hal baru, untuk di diskursuskan bersama, sehingga akan terjadi saling mentranmisikan keyakinan, pengetahuan, pengalaman baru, meperkenalkan corak budaya baru kedalam masyarakat itu sendiri, pada akhirnya akan terjadi pergeseran paradigma masyarakat lama keparadigma masyarakat baru atas asimilasi dari masuknya pengetahuan baru di daerah mereka.

Cara lain dengan melihat ada tidaknya sumber-sumber pengetahuan yang statis (buku-buku, majalah, hasil riset-riset ilmiah dll) di daerah dimana masyarakat itu menjalani kehidupannya, salah satunya adalah tersedianya pusat-pusat baca, toko-toko buku, perpustakaan-perpustakaan yang terkelola dengan baik. Penekanan saya disini mengenai perpustakaan. Di kota-kota besar dan maju perpustakaan adalah medium untuk menata pengetahuan dari berbagai penjuru dunia, dari berbagai aspek ilmu pengetahuai, baik itu penelitian teoritis maupun terapan, sosial atau eksakta, dan berbagai pengetahuan praktis lainnya di dalam suatu tempat tertentu. Yang tentunya perpustakaan itu akan menjadi kaya ilmu pengetahuan bila diisi terus-menerus ilmu pengetahuan baru. Dalam usaha memenuhi ini mau tidak mau melibatkan lembaga-lembaga penelitian baik itu universitas-universitas negeri maupun swasta, ataukan lembaga-lembaga penelitian lain. Juga tak lupa melibatkan peran networking sumber-sumber ilmu pengetahuan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menjadi jelas pengertian kita tentang perpustakaan bila disertakan dengan contoh, perpustakaan UGM misalnya. Perpustakaan ini berorientasi pada kepuasan penggunanya. Dalam rangka memenuhi itu, kita akan banyak menemukan fasilitas-falititas nyaman disetiap ruang-ruang yang kita masuki. Perpustakaan ini mempunyai 5 lantai, masing-masing ruangan dan lantai dikategorikan berdasarkan cakupan ilmu2 dan materi-materi khusus yang ada di dalamnya. Seperti Hatta Corner, American Corner, Bank Dunia, Sampurna Corner, arsip buku lama, arsip buku baru, kumpulan makalah, skripsi, tesis dan disertasi. Dan terdapat pula ruang-ruang diskusi khusus baik itu dalam jumlah 3-4 orang atau lebih yang memungkinkan bisa lebih berekpresif tanpa menganggu pembaca yang ingin mendapatkan ketenagan untuk dapat berkonsentrasi penuh.

Demi kelancaran, dan kenyamanan berada di perpustakaan, perpustakaan menyediakan fasilitas free hospot lengkap dengan colokan dalam jumlah yang memadai pada masing-masing ruangan, selain itu juga dilengkapi dengan toilet pria/wanita. Untuk kebutuhan makan/minum pula disediakan kantin, klontongan untuk kue-kue yang biasa diperuntukkan untuk sarapan. Selain itu juga terdapat fotocopy dibeberapa spot ruang. Untuk urusan pinjam/mengembalikan buku, perpustakaan membolehkan meminjam maksimal 10 buku untuk 10 hari, bila melewati batas waktu pengembalian akan dikenakan taks seribu rupiah per hari.

Sementara untuk mengakses jurnal ilmiah, perpustakaan ini setidaknya telah berlangganan dengan lebih dari 10 jurnal internasional yang memungkinkan pengguna untuk mendownload untuk keperluan masing-masing. Bila masih sulit untuk mengakses jurnal atau artikel-artikel terkait ditengah ribuan artikel yang muncil dikolom pencarian. Maka perpustakaan selalu melakukan pelatihan gratis setiap pertengahan bulan dibagi dalam kelompok ekstakta dan non eksakta.

Perpustakaan ini juga diperuntukkan untuk mereka yang berasal dari luar kampus UGM, tidak sudah untuk masuk dan menikmati layanan yang ada, kita Cuma melapor pada administrator yang berada didekat pintu utama perpustakaan, dengan mengisi daftar hadir dan membayar task sebesar 20 ribu per-hari dan 40 ribu per-minggu. Untuk urusan menelusuri skripsi dan disertasi tidak diperkenankan mem fotocopy, pengguna hanya bisa menulis diruangan, dan juga mengakses langsung skripsi, tesis dan disertasi melalui komputer yang disediakan dirunagn karya ilmua, skripsi, tesis dan disertasi.

Dari deskripsi saya tentang perpustakaan diatas menajdi jelaskan mengapa mahasiswa UGM terutama dalam bidang update, dan pengembangan ilmu pengetahuan selalu melebihi banyak kampus-kampus lain khususnya di Indoensia. Kedepan ini bisa dijadikan raw model kepada siapa, instansi apa saja untuk dibangun di daerah-daerah lain di Indonesia terutama di daerah saya di Buton.

Kenapa di Buton? Karena saya tahu di sana update pengetahuan baru itu sangat terbatas, pemerintah kota, ataupun juga universitas-universitas disana belum terpanggin untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat mencari pengetahuan-pengetahuan baru dalam usaha menyelesaikan problem-problem sosial masyarakat atau membangun dayasaing kompeititf masyarakat dibandingkan dengan masyarakat maju dibelahan dunia lain. Disana perpustakaan hanya menjadi tempat, rumah yang nyaman untuk hewan-hewan pengerat, laba-laba beranakpinak.

Harus saya akui, dan beberapa kawan berkelakar bahwa masalah utama tidak dibanggunya perpustakaan yang nyaman untuk dikunjungi adalah rendahnya budaya membaca masyakat. Tapi apakah dengan menyalahkan budaya masyarakat maka terhenti gerak kita untuk berkembang? Ataukah Kenapa tidak dibangun saja perpustakan yang nyaman setelah itu disosialisasikan dengan pendekatan-pendekatan sosiologi tertentu sesuai dengan karakteristik masyarakat?

Salam

by Umaee

Menemukan Titik Singgung Budaya Lewat Buku

Buku adalah Jendela Dunia, di dalam buku banyak terdapat nash-nash Ilmu pengetahuan yang diawetkan di dalamnya. Ilmu pengetahuan itu akan abadi selama buku tersebut tak megnalami kerusakan, atau selalu dijaga kualitas bentuknya. Buku juga lebih tua dari umur manusia tertua yang pernah hidup dipermukaan bumi, bagaimana tidak, Di dalam buku tecetak, berbicara dengan rapi dan diam tentang masa lalu, pada saat bumi diciptakan, perihal masyarakat pra sejarah, arkheik, klasik sampai dengan masyarakat modern.

Di buku juga kita akan menyaksikan gagasan-gagasan besar lahir dianut masyarakatnya, dikritik dengan gagasan-gagasan baru, mengubur gagasan-gagasan lama, menghasilkan gagasan yang sangat jauh berbeda, atau menghasilkan sintesis gagasan-gagasan lama dan gagasan-gagasan baru tadi. dan masing-masing gagasan itu punya pemikir, filosof, nabi sendiri-sendiri. Continue reading