Manusia dalam Perfektif Ontologis

Saya percaya, disetiap sendi perjalanan hidup, Allah SWT selalu mengingatkan, menuntun, mengajari hamba Nya agar berhati-hati dan selalu istiqomah berada di jalan Nya. Namun yang justru sering terjadi adalah banyak diantara kita lupa, masa bodoh, emoh atas peringatan-peringatan itu. Gambaran yang seperti itu sebenarnya tidak jauh dari apa yang Allah SWT telah berikan dalam kalam Nya. Dia mengatakan dalam kalam Nya bahwa Manusia adalah mahluk yang paling sempurna pernah di ciptakan. Pada bagian lain, kesempurnaan itu, tidak lantas membuat manusia menjadi Mulia dihadapan Nya selama-lamanya. Tetapi juga akan membuat manusia menjadi yang paling hina dari semua mahluk.

Pada hemat saya. Potensi itu ada karena pada dasarnya manusia dikaruniai dua kelebihan, keduanya ini berada dalam satu jiwa, dengan kata lain mempunyai potensi yang sama berbuat sesuai dengan nalusr kehendak manusia itu sendiri. Karunia itu adalah jiwa baik dan jiwa buruk. Jiwa baik selalu menuntun manusia agar selalu mengingat Nya disetiap desah nafas yang dihembuskan sehari semalam. Segala gerak, gerik, perbuatan, sikap merasa sadar bahwa ada sesuatu yang selalu mengawasi. Perlu dicermati disini, mengawasi berarti hanya mau melakukan hal baik itu dengan terpaksa karena diawasi tetapi melakukan semua hal baik itu dengan ikhlas dan ihsan semata-mata mengharap Ridho dari Nya.

Jiwa buruk tidak  kurang atau lebih porsinya dari jiwa baik. Mereka berjalan bersamaan. Sikap buruk disini adalah sikap, perbuatan, gerak gerik melakukan segala hal tanpa peduli akan pengawasan. Dia melakukan semua itu dituntun oleh nafsu amarah/hewani dalam dirinya. Rambu-rambu Allah dilupakannya. Dosa-dosa diperbuanya, begitupula dengan maksiat-maksiat yang lain.

Potensi jiwa baik dan jiwa buruk yang dimiliki manusia ini, berbeda dalam bentuk wujud, implementasi, pelaksanaannya  di dunia. bila jiwa baik selalu diasah, dipertajam, dan disadari dengan segenap kemampuan yang dimiliki maka manusia itu akan melebihi kemuliaan Malaikat sebagai mahluk lain yang diciptakan oleh Nya. Untuk manusia biasa, maka ia akan disejajarkan dengan para Nabi, Aulia, Syuhada. Sedangkan bila jiwa buruk yang dikedepankan, dilakukan maka manusia itu akan terjerumus dalam lubang kehinaan. Melebihi hinanya binatang, syaitan dsb.

Penjelasan diatas merupakan hakikat dari manusia. Ia terlepas dari peran-peran, prestasi-prestasi, dan capaian-capaian duniawi. Ia tidak berbicara tentang seberapa hebat kau menemukan teknologi baru, ia tidak berbicara tetang seberapa banyak uang yang telah kau dapatkan. Ia tidak berbicara tentang seberapa banyak harta yang kau miliki. Tetapi ia berbicara pada level, ranah Kalamullah jiwa manusia.

Jiwa disini penting karena dengan jiwa manusia sadar akan hakikat dirinya, jiwa pula yang menjadikan manusia sadar akan adanya Tuhan, jiwa pula yang menuntut setiap manusia berjalan di atas pengembaraan atau memberi nilai pada perjalanan hidupnya di dunia ini.

Oleh karena itu, bagi mereka yang telah menempuh level itu, tidak pernah merasa sombong, angkuh, ria karena telah melampaui capaian manusia-manusia pada umumnya. Karena mereka sadar di dunia ini, banyak hal yang bisa dilakukan bukan sekedar menebalkan jiwa baik tadi. Hal lain itu adalah perangkat-perangkat hidup, yang semuanya melekat, ada dalam tubuh kita. Disitu terdapat sel, jaringan, organ-organ, sistem organ, kerangka bisa dikatakan anatomi, fisiologi dan jiwa, roh disisi lain.

Kita akan fahsum bila melihat manusia-manusia lain dengan begitu lihat, cerdas, pintar dengan begitu luar biasa. Karena mereka-mereka itu pandai memanfaatkan karunia yang telah Allah berikan kepada mereka. itu adalah sunatullah. Hanya saja bagai pisau bermata dua, kadang dia bisa digunakan untuk memberi manfaat kepada manusia lain, tapi kadang pula bisa membinasakan manusia lain. Misalnya pembunuhan, pembantaian, korupsi, kejahatan narkoba, terorisme dsb.

Akhirnya hanya dengan sadar hakikat manusia, kita akan berjalan ke jalur mulia yang Dia tetapkan. Dunia adalah tempat pertaruhan, jiwa baik dan jiwa buruk. Karena itu dengan bersegeralah kita berlomba, mengasa, mempertajam perangkat-perangkat yang sama diberikan kepada semua manusia untuk digunakan melawan kebatilah, kemunafikan, kejahatan minimal kita bisa memberi manfaat pada orang-orang yang berada disekeliling kita karena kita dituntun oleh jiwa yang baik tadi.

Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s