dream_stairs

Selangkah Menapaki Jalan Impian

Ilustrasi

Pagi yang dingin, hingga udara terasa sampai ke tulang belulang. Ditengah kesadaranku yang belum begitu sempurna, suara telepon berdering. Ku lirik hendponku, ooh ternyata yang menelepon adalah dosen. Ada apa gerangan? Ku bergumam. Ku flash back berpikir, tidak seperti biasanya, ada dosen yang menelepon mahasiswanya. Apakah saya telah melakukan kesalahan? Apakah ini hanya sebuah kebetulan? Bisa jadi salah pencet tombol Hp? Handphone terus berdering Tuut…Tuut

Dari pada bertanya-tanya, membuat hipotesa-hipotesa, yang tidak menentu, apalagi, kuantitas data yang saya punya sedikit. Pastilah kalau saya menarik kesimpulan akan bias. Gampang dipatahkan oleh Kritiker sekelas anak SMA. Lebih baik kuangkat saja Handphone ini, gumamku.

Pada tuut..tuut.. (baca:bunyi) ketiga kuangkat.

Ku sapa dengan santun, Assalamu’alaikum, ku dijawab wa’alaikumsalam

Ku putuskan tidak mau berlama-lama bicara yang ngalor ngindul. Toch kutahu dosenku ini mempunyai karakter to the point,

Ada apa pak? Ku bertanya

Mas Azzan, pagi ketemu saya ya, di kampus? Dia berucap

Yap. Jawabku

Jam berapa? Ku bertanya lagi

Jam 08.00 pagi

Siap. Ku amini

Ku pikir banyak pertanyaan-pertanyaan, dan hipotesa yang kubuat tadi akan terjawab dengan mengetahui apa maksud/isi dari permbicaraan kami ditelepon itu. Tapi nyatanya, bukannya jawaban yang kudapat malahan beribu tanya-tanya-tanya lagi yang muncul. Baiklah, daripada banyak mikir lebih baik kupastikan langsung saat ketemuan nanti.

Kupersiapkan diri, menuju kampus, dengan mandi, berpakaian rapi, dan tak lupa kumengenakan pakaian Batik, sekalian merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini tanggal 2 oktober 2012.

Ku sudah siap untuk berangkat, tak lupa berdoa, kemudian kumengambil motor, ku warming, supaya tidak stuck mesinnya. Ada yang bilang dengan memanasi motorterlebih dahulu, sebelum berpergian, akan menjamin keawetan motor tersebut 2-3 kali lebih dibanding tidak dipanaskan.

Perjalanan ini, tidak membutuhkan waktu yang lama, kira-kira 15 menit sudah sampai. Tibalah saya di kampus. Kuputuskan langsung ke ruang dosen tersebut sebelum jam janji tiba, toch, lebih baik menunggu lama ketimbang, terlambat, karena akan memberikan kesan yang tidak baik pada kita nantinya.

Ternyata dosen ini sudah ada diruangannya dan sedang memberikan bimbingan sama mahasiswanya yang lain. Ku memberikan salam, dan saya disuruh duduk.

Setelah selesai berdiskusi dengan mahasiswa tadi, tibalah giliranku.

Pertanyaan pertama yang dilontarkan

Bagaimana? Tanyanya.

Hmmm…

Datang dengan sejuta pertanyaan kok, pas bertemu, ditanya lagi. Benar-benar sebuah keanehan ku pikir. Kemudian ku tak mau pikir panjang, pasti pertanyaannya tidak jauh-jauh dari Tugas Akhir yang sedang ku kerjakan. Maka dengan sejuta keyakinan, ku jawab saja dengan perkembangan tugas akhir yang sedang ku kerjakan. Dan alhamdulillah memang itu yang akan dia bicarakan.

Apa yang dia hendak kemukakan ternyata.

Karena kamu tertarik meneliti dibidang kebencanaan (kemanusiaan) maka saya menawarkan kamu untuk ikut dalam tim peneliti, dari pokja (pokok kerja) yang akan dibentuk oleh kampus tidak lama lagi. Tapi ada syaratnya. Syaratnya yaitu harus lulusan pasca.

Kalau berminat nanti kamu akan kita tempatkan pada pusat studi bencana Deru (Disaster Emergency resque unit) UGM. Maka dari itu, segerahlah selesaikan tugas akhirmu itu.

Sebuah tawaran yang sangat bagus, ku bergumam dalam hati. Memang sejak dulu saya memimpikan untuk bekerja demi kemanusiaan, apapun bentuknya. Karena bagiku pekerja kemanusiaan adalah puncak tertinggi yang dilakukan oleh manusia. Disitu bekerja dengan suka rela, materi hanya menjadi urusan kedua, ada atau tidaknya materi (baca:imbalan jasa) tidak jadi masalah. Merekalah yang pertama kali menapaki, berkerak menyelamatkan orang-orang yang dalam keadaan tak berdaya di saat bencana menimpa. Bisa jadi bencana itu materi (gempa, banjir, gunung meletus dll.) atau immateri (pemikiran, jiwa, keterpurukan, kemiskinan, kebohongan, dll.)

Mereka tidak memandang, agama apa yang kau peluk, kedudukan apa yang kau tempati, ras apa yang kau berada, apakah engkau kafir, taat atau lainnya. Di mata mereka semuanya adalah manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah) yang wajib diselamatkan dan dibantu.

Itulah juga yang kuimpikan selama ini, apakah ini sudah jalanku yang telah digariskan oleh Nya padaku?

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s