Hero4

Jalan Sunyi Sang Pendekar

Zaman itu, di dataran Cina hampir tiap hari terjadi peperangan, perebutan wilayah kekuasaan seluas-luasnya adalah tujuannya demi memenuhi ambisi kaisar-kaisar serakah, segala cara pun dilakukan, tidak peduli siapa yang menghalangi, bagi mereka yang kooperatif maka akan dirangkul dan secara otomatis harus tunduk pada kaisar. Bagi merek yang melawan akan dibumi hanguskan beserta harta dan keluarga mereka. diantara keluarga kerajaan yang berhasil ditumpas itu, ada yang survive dan terus menyimpan dendam untuk membalaskan dendam keluarga dan kerajaan mereka.

Mereka yang survive ini berawal dari kerajaan Tian Xia, dipengembaraanya selalu membawa dendam, bersama kekasihnya, mereka berdua berlatih demi menguasai jurus pedang tiada banding, dengan itu mereka bisa melawan, menerobos tembok kerajaan Qin Shi Huang dan membunuh kaisar yang lalim tersebut. Karena kehebatannya itu, nama mereka menjadi sangat legendaris dan disejajarkan dengan para pendekar tangguh yang hidup di zaman itu, masing-masing pendekar ini memiliki pedang yang sangat kuat dan tangguh. Kaisar Qin, sudah sejak lama ingin menguasai dan menaklukkan semua pendekar kuat, dan ingin memuaskan ambisinya dengan mengumpulkan semua pedang kuat ada yang pada waktu itu.

Oleh karena itu dia mengutus pendekar terbaik dari pasukan kerajaannya untuk mencari dan membunuh para pendekar kuat itu. Pendekar ini tanpa nama, begitupun dengan pedangnya. Dalam pencariannya dia bertemu dengan pendekar-pendekar tangguh yang melegenda, dan dengan keahlianya dan kekuatan memainkan pedang, dia mampu “mengalahkan”  pendekar-pendekar itu. Ternyata kekalahan pendekar-pendekar legenda itu, bukan dikarenakan mereka kalah ahli dari pendekar utusan kaisar ini, tapi karena mereka tahu bahwa “pendekar tanpa nama” ini, mempunyai misi terselubung, misinya adalah ingin membunuh kaisar yang telah membumihanguskan kerajaannya dulu, dengan membunuh semua pendekar-pendekar lengenda yang ada, dan membawa pedang-pedang tangguh itu sendiri ke depan kaisar. Dia mempunyai kesempatan itu.

Mengetahui misi itu, pendekar-pendekar legenda itu, menitipkan mandat kepada pendekar ini, karena pendekar-pendekar legenda itu sudah sejak lama ingin membunuh kaisar itu tapi tidak berhasil karena kekuatan mereka tidak cukup untuk menerobos barikade pengawal kerajaan. Mendengar misi yang sama itu, mereka lebih memilih kalah terhormat asalkan perjuangan mereka ada yang meneruskan.

Pendekar tanpa nama, ini akhirnya menemui dua ahli pedang dari Tiang Xia tadi, pertemuan mereka pun disampaikan dengan santun dan mengajak bertarung untuk merebut pedang mereka masing-masing. Dalam peragaan keahliannya di depan pasangan ahli pedang dari Tiang Xia ini, “pendekar tanpa nama” ini menceritakan hal yang sama, karena kekagumanya mereka ingin mengetahui apa nama jurus pedangnya. Dia menyebut, jurus pedang sepuluh langkah. Ia pula telah mempelajarinya selama sepuluh tahun demi untuk menguasai jurus itu. Rupanya sepuluh langkah adalah jarak dekat dia dan kaisar bila bertemu di istana nanti.

Dari pertemuannya itu teryata dia bukan orang pertama yang mempunyai misi membunuh kaisar Qin itu, Pasangan pendekar ini ternyata sudah melakukannya, namun pada saat hendak memotong leher kaisar, ia tidak melakukkannya. Dia memilih untuk mengurungkan misinya membunuh kaisar.

Lalu pendekar ini pun bingung, ada apa gerangan? Jawabannya ada pada jurus pedang yang dikuasainya. Jurus ini hanya bisa dikuasai kalau telah mampu menuliskan 20 cara, sebelumnya banyak pendekar hanya mampu bisa dituliskan dengan 19 cara, tapi pendekar dari Tiang ini mampu menuliskan cara ke 20. Dan disitu dia menemukan puncak dari semua jurus pedang. puncaknya Adalah menyerah. Dalam kebimbanganya tersebut akhirnya pendekar tanpa nama ini menemui kaisar dengan membawa semua pedang yang dimiliki oleh pendekar-pendekar legendaris itu. Untuk yang terakhir mereka juga melakukan trik untuk mengelabui para bala tentara kaisar yang menyaksikan perarungan itu bahwa dia telah membunuh pendekar dari Tian Xia ini.

Di depan kaisar dia menceritakan segala hal yang ia lakukan dalam perjalanan, mulai dari membunuh para pendekar, dan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh para pendekar legendaris tadi kepada kaisar ini. Pesannya adalah puncak dari segala kehebatan, juga puncak tertinggi dari jurus pedang itu adalah menyerah. Menyerah tidak berarti takluk atau kalah, tapi menyerah untuk kemenangan sejati. Kemenangan itu adalah perdamaian untuk seluruh kekaisaran di daratan Cina.

Akhirnya jurus sepuluh langkah yang ia pelajari tadi pun dikeluarkan untuk membunuh kaisar itu, dengan sekejap pedangnya menyentuh tubuh kaisar. Kaisar pun kaget, kemudian perlahan-lahan ia tidak merasakan apa-apa. Ternyata ujung pedang yang dia pakai tadi tidak ditusukkan pada kaisar melainkan belakang pedang. Pendekar tanpa nama ini akhirnya mengerti dendam, kebencian yang ia dan pendekar-pendekar legenda lain miliki itu tidak akan menghentikan peperangan di daratan Cina. Kumudian pendekar tanpa nama ini pun berbisik, yang bisa menyelamatkan rakyat Cina dari peperangan itu menuju pada kedamaian sejati hanya lah kaisar, dengan begitu Cina akan bersatu.

Kemudian pendekar tanpa nama itu, keluar dari ruang kaisar, dan dengan rela ia, mengorbankan dirinya untuk dihukum karena telah berencana membunuh kaisar. The Last, kaisar itu pun sadar dan dengan segenap wilayah kekuasaan yang meliputi seluruh daratan Cina, ia satukan kedalam suatu dinasti yang bernama Qin diambil dari nama kaisarnya Qin Shi Huang. Tidak lama kemudian peradaban muncul di negeri ini. Sekarang kita bisa melihat peninggalannya berupa Tembok Raksasa Cina dsb dan menjadi salah pusat peradaban dunia yang maju pada zamannya.

Di sini saya melihat kadangkala untuk mencapai suatu paripurna, kedamaian, kemenangan sejati  meski memakan korban tidak sedikit, kita harus merelakan semua ego, dendam, ambisi, selanjutnya bersama-sama membangun negeri dalam kekeluargaan dan keadilan menuju kesejahteraan bersama.

Salam

by Umaee

One thought on “Jalan Sunyi Sang Pendekar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s