Thinking

Menjaga Garis Perjuangan

Untuk kesekian kalinya, kudapati diriku berkontemplasi menyaksikan kerumitan-kerumitan, ketidakadilan, kekacauan sistem, kesewenang-wenangan, penindasan, tipu-menipu dsb. terjadi dimasyarakat kita. Banyak yang bertanya apakah ini sudah memang proses kehidupan sehingga hukum rimba yang kuat mengalahkan yang lemah tidak bisa lagi dirubah. Adakah yang menyadari itu? Adakah kelompok yang mencoba membongkar, menerobos dan meruntuhkan hukum itu? Aku masih percaya seorang, kelompok itu masih hidup, dan berdenyut meneriakan perlawanan di sana.

Materiailsme historis ala Marx, bahwa ide itu tidak absolut menentukan realitas sosial masyarakat sebagaimana pendapat kritiknya pada Hegel, dengan demikian  masyarakatlah yang menciptakan ide itu, kira-kira menemukan realitasnya disini, sekarang ini, selain itu sejarah pun mengejawantahkan teori itu, dengan banyak kita lihat perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh kumpuplan orang-orang dalam satu visi besar, dipayungi satu gerakan bersama, dengan basis gerakan yang kuat mampu melululantahkan pertahanan baja para status quo.

Dengan tekat yang kuat dan kerja tanpa henti, Isya Allah, satu dari banyak orang-orang yang berjuang melalui jalan itu adalah aku, jalan ini adalah pilihan diantara sekian banyak kemapanan yang bisa kuraih. Aku tidak ingin menjadi orang yang hanya berpangku tangan, duduk diatas meja kerja birokrasi, tunduk manut atas segala kecurangan-kecurangan penguasa, sedangkan orang-orang banyak yang sengsara bahkan mati karena perlaku penguasa itu.

Arena yang menjadi lapanganku tidak jauh dari farmasi pada khususnya dan kesehatan pada umumnya, orang diluar mungkin saja acuh dengan profesi ini, mengkin pula mereka melihat sebelah mata dengan menganggap profesi ini sudah mapan dan tanpa perlu lagi di “korek-korek” semua orang sudah maklum dan menerima saja apa yang terjadi pada mereka sendiri. Tapi saya tidak, mata telanjangku telah terang benderang melihat, masyarakat kita, “dipikuli” biaya kesehatan yang mahal, rasionalitas obat yang dimanipulatif, pembiayaran pada pelayanan masyarakat miskin, penipuan atas tindakan pengobatan oleh sebagian dokter-dokter yang merasa hebat. Menempatkan masyarakat rendah, tidak terdidik tentang kesehatan, begitu gambang dipermainkan.

Itulah kira-kira lawan aral, tebing, dan onak duri yang kira-kira akan menganjalku dalam perjuangan ini, tapi saya sadar itu adalah hukum dunia yang harus dilalui bilamana ingin menegakkan kebenaran atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradap. Tak terkecuali dibidang kesehatan. Di pihak lain kutahu perjuangan ini membutuhkan waktu, dan menghitung di usiaku sekarang ini, agak sempit rasanya untuk menuntaskan semua itu, tapi aku yakin didalam kesempitan ini ada sumbanngan perubahan dan penyadaran, pencerahan bisa kulakukan, minimal terus menjaga semangat menentang kemapanan atas ketidakadilan dan kesewenang-wenangan penguasa.

Mudah-mudahan strategi yang kupilih tepat, aku yakin hanya dalam posisi yang sama dan mempunyai sumber-sumber daya yang sama kita dapat merebut dan memahami perilaku dan strategi licik yang mereka mainkan, masih ada waktu.

Tulisan ini adalah refleksi kesadaran diri saya, untuk menjaga, dan fokus, pada apa yang telah menjadi pilihan untuk kuperjuangkan.

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s