Ilustrasi

Damai menyikapi “Innocence of Muslims”

Ilustrasi

Paradigma memang tidak pernah terlepas dari peristiwa-peristiwa yang tiap hari kita temui, sapa, cermati dan perhatikan. Dia hadir dengan segala informasi-informasi yang datang dari berbagai arah, dari berbagai belahan dunia. Akhir-akhir ini masyarakat dunia yang melek informasi, karena ada juga yang tidak pernah mengikuti perkembangan berita. akan mendapati berita mengenai film “Innocence of Muslims”. Kira-kira bercerita mengenai sosok nabi Muhammad SAW sebagai orang yang Idiot, Badut dll, yang mana segala sifat-sifat tercela dilakukannya. Bagaimanakah dalam menyikapinya?

Orang Muslims tentu saja gejam, marah, mengutuk film ini, karena kami yakin Nabi Muhammad tidak boleh digambarkan dengan bentuk apapun, sebagaimana pula waktu semasa ia hidup mengingatkan kepada umatnya untuk tidak mengambarkan dirinya. Ia takut jangan sampai dirinya dijadikan sebagai berhala yang disembah, dengan kata lain akan menyekutukan Allah SWT sebagai Zat yang Maha Agung. Menurutku tiadalah satu benda pun di bumi ini yang bisa dijadikan simbol, karena kemuliaan Belia sungguh sangat tinggi dibanding semua hal di dunia ini.

Menyikapi film ini saya tidak mau terjebak pada aksi brutal, mengacaukan, membakar-bakar fasilitas orang lain, atau sampai membunuh orang-orang yang tidak ada sangkutpautnya sebagaima sering diberitakan di media akhir-akhir ini. Saya yakin Islam itu disampaiakan kepada umat manusia sebagai “Rahmatan lil aalamin” rahmat bagi sekalian alam, oleh karena itu dia tidak membedakan budaya, suku, negara, bahkan agama untuk mengambil khazanah ilmu kedamaian padanya. Walaupun ada beberapa ayat dalam Al Quran dan Hadist menyiratkan ada Indikasi kekerasan. Saya melihat itu hanyalah berlaku pada konteks turunnya ayat dan keadaan di masa perjuangan Rasul dulu. Selanjutnya ketika Kemenangan dan situasi damai terjadi di dalam negara, sedapat mungkin isu-isu perpecahan atas nama agama, dihilangkan dengan mengedepankan Kedamaian sesama umat manusia.

Kalau kita mau melihat sejarah, Singkretisme Islam di Indonesia berlangsung denagn sangat baiknya, Islam datang dengan menawarkan kedamaian, perilaku hidup tenang, ilmu pengetahuan yang tinggi, dan pencerdasan akan kekolotan-kekolotan masa itu. Sehingga dengan mudah ia, menyebar keseantero nusantara. Jikalau Islam pada waktu itu datang dengan menawarkan kekerasan, kekacauan tidaklah mungkin Islam mau diterima di nusantara ini. Seperti yang dilakukan oleh beberapa kalangan dewasa ini.

Film “Innocence of Mulims” ini menggunakan teori konspirasi, adalah upaya sebagian kalangan di negara tertentu sebut saja, Amerika untuk memenuhi ambisi politiknya memenangkan pertarungan presiden yang akan berlangsung tidak lama lagi. Keliahatan ada upaya penjegalan Obama untuk kembali menjadi Presiden Amerika karena kelap kali melakukan hal-hal di luar pakem presiden terdahulu “menghancurkan” negara-negara muslim. Barack Obama dengan sekian banyak sisi negatif dalam pemerintahannya ada pula sisi positif. Kita tahu untuk pertama kalinya presiden Amerika menolak bertemu dengan perdana menteri Israel Nethanayu, untuk mengajak amerika menyerang Iran. Dimana kita ketahui bahwa Israel ingin sekali melenyapkan kekuasaan pemerintahan Islam di dunia. Presiden Amerika pertama juga mendeklarasikan perdamaian dunia dengan mengunjungi negara-negara “Muslim”, berpidato di dalam rumah ibadah mereka.

Sebagai orang yang berpikir rasional dan sadar akan situasi ini saya tidak mau bersikap mengecam film “Innocence of Muslims” dengan brutal dan merusak. Memang ada dilema di sini, disatu sisi kita harus menunjukan sikap mengutuk film itu karena jelas-jelas menghinakan Nabi, di lain pihak mengutuk, dan menghabisi pembuat film ini akan menyenangkan mereka yang bermain dibelakangnya. Pembuat film ini, pasti dengan sadar bila ini akan terjadi gejolak kemarahan yang luar biasa besar di seluruh dunia. Jadi langkah yang saya ambil adalah mengutuk keras pembuat films dan orang dibelakangnya, di lain pihak jangan sikap kutukan ini menjadikan saya merusak orang-orang atau instansi-instansi yang tidak bersinggungan langsung dengan mereka. Dalam artian mengutuk dengan sikap damai.

Menyelesaikan persoalan ini tentunya yang lebih berkompeten adalah mereka penggiat hukum Internasional, dan dari penjelaskan mereka ada Hukum Internasional yang mengatur tindakan yang menyerang, menyudutkan agama tertentu. Dan saya kira ini lagi didorong untuk direalisasikan dan pelaku-pelaku itu ditangkap dan dihukum dengan seberat-beratnya.

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s