dream

Jalan Impian Yang Sempat Kabur

Kehidupan bisa membuat setiap orang terlena, kehilangan arah, seakan kompas yang ada ditangganya sudah tidak berfungsi lagi, beku, mati walaupun sekedar untuk menunjuk arah utara saja sudah tidak bisa. Begitulah permainan Tuhan akan diri seseorang di dunia ini. Hanya mereka yang selalu waspada dan terjaga dan tetap pada jalan lurus yang dapat menentukan arah kapal dan labuan yang akan dituju.

Siang ini, sehabis sholat jum’at di masjid, mesin nalarku seakan berpikir, berputar kembali menyelami tetang nasib dan posisi diriku saat ini, seolah berada di tengah lautan teduk, tak berangin, cakrawala angkasa yang mencengram laut saja yang kulihat, pulau-pulau nan hijau tempat bersandar tidak tampak, dalam suasana seperti ini tiba-tiba ku terbangun dalam mimpi yang fana yang beberapa hari ini tak bisa kumelakukan apa-apa.

Aku telah linglung kehilangan arah pada kehidupan impian yang hendak kugenggam dan kuwujudkan. Aku lupa aral dan tantangan menghadang di depan tidak pernah memberi belas kasih kepada mereka yang mencoba merusak comfort zone yang telah mapan dimana sekarang ini mereka berada. Aku juga sempat lupa akan petuah Tan Malaka, bahwa lawanmu itu adalah mereka yang mempunyai segudang data dan cara pandang tertentu untuk mengeksiskan posisi mapan mereka. Hanya dengan mempunyai standar sumber data yang sama, dengan ketepatan analisis yang tepat dan tindakan yang segera, kemapanan itu akan dapat dikalahkan.

Oleh karena itu seorang perubah, Change maker, harus mempunyai kecerdasan yang brilliant, penguasaan lapangan pertarungan yang kuat, mampu memetakkan lawan dan kawan dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing, dan kemampuan mengoganisir massa yang luar biasa yang dapat menjadi seorang revolusioner.

Kini ku melihat diriku pada sebuah kerikil dikubahan pasir kehidupan yang besar, langkah-langkah menuju kepencapaian itu, kurasa masih sangat jauh. Kebosanan, rasa malas, acuh, abai, apatis selalu saja menghampiri. Akan tetapi ku sadar itu semua adalah bumbu-bumbu kehidupan yang harus dikalahkan dan dibunuh hingga tidak ada lagi yang tersisa.

Hari ini dalam perjuanganku, masih dalam fase pengembangan, pengusaan alat-alat kehidupan untuk memapankan diri masih terus kulakukan, setelah itu aku akan bergerak menyebarluaskan ide-ide dan merangkul orang-orang dengan ide-ide yang sama denganku. Aku yakin diluar sana pasti banyak orang-orang yang berjalan sendiri-sendiri, ataupun kelompok-kelompok kecil seide denganku tapi miskin kekuatan pengubah dan aksi-aksi yang mengelagar. Untuk mengisi kekuatan itu lah saya hadir ditengah-tengah mereka.

Maju, menyegarkan kembali akal, melihat kembali jalan yang telah ditapai, menyiram kembali tuai yang telah ditanam, adalah perbuatan yang harus aku lakukan sekarang ini. Maju dan bergegaslah !

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s