comunican

Pelajaran Komunikasi di Office UII

Berkomunikasi itu mempunyai berbagai macam bentuk, ada yang bilang dengan rasional dan tutur kata yang baik sudah cukup untuk membuat orang berubah rasa apakah itu menerima atau menonak. Komunikasi pada dasarnya adalah percakapan antara komunikator dan komunikan dengan materi pesan yang akan disampaiakan atau dikirimkan yang dengan itu akan merubah rasa dan memperoleh umpan balik yang setetara. Bisa juga berkomunikasi berarti mengambarkan emosi, rasa, gejolkan  dalam diri untuk dituturkan dan disampaikan pada pendengar dan kadang-kadang diperoleh respon balik dari percakapan tersebut.

Banyak teori komunikasi, efektif dan tidaknya tergantung dari penerimaan dari komunikan, Ada pula yang coba mengelompokkan berkomunikasi berupa memerintahkan, bertanya, menyatakan, dan luapan ekspresi , berkomunikasi kadangkala mengalami dead lock alias buntu, kelemahan yang sering dihadapi oleh komunikator adalah kurang peka terhadap diri dan rasa dari pendengar. Bisa jadi karena materi pesan yang disampaikan tidak biasa didengar oleh komunikan, kurang memahami tingkat suasana hati, jiwa dari komunikan, kadang kala disaat dia marah, bersedih, gembira kita menyampaikan materi pesan yang berlawanan.

Hari ini saya sedikit memperoleh pelajaran tentang komunikasi verbal yang rada memaksa. Kejadiannya pada saat saya pergi mengambil ijazah yang sudah dilegalisir ke tata usaha kampus, agak deg-degkan juga awalnya karena syarat krusial yaitu membawa struk pembayaran yang menyatakan lunas dari bank tidak terbawa. Bukannya saya sengaja tapi karena sudah empat bulan semenjak saya membayar struk sampai dengan mengambil ijazah. Sudah sangat lama, dan rasionalitas saya mengiayakan bahwa itu wajar untuk sebuah struk pelunasan. Kupikir toch masih ada bukti tanda tangan di buku daftar hadir, juga adanya ijazah yang hendak saya ambil.

Mungkin hal yang baru pegawai office tempat kumengambil ijazah tersebut, ada orang yang mengambil legalisir tidak membawa stuk pelunasan dari bank. Itu terlihat dengan ekspresi dan kata-kata yang seolah mengejek dan menekan saya secara tidak halus. Merasa didiskreditkan saya bereaksi keras dengan tekanan suara anggak ditinggikan, dan karena itu pula ada ekspresi senyum pahit diwajahnya dan niat untuk mencarikan ijazah tidak ikhlas.

Ada perasaan tidak enak dihati, tidak biasanya saya berbicara memaksakan kehendak pada orang lain demi tercapainya maksud saya. Memang ada cara-cara yang lebih elegan dalam berkomunikasi tapi kupikir itu hanya lah reaksi atas jawaban yang mengusik kesabaranku. Pelajaran pentingnya adalah berkomunikasi selalu menyediakan cara-cara yang lebih elegan dan soft misalkan dengan cara menurutrkan alasan-alasan kuat rasional ketimbang memaksakan kehendak. Moga ini tidak terulang kembali pada kesempatan berikutnya.

Salam

by Umaee

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s