past

Memaknai Waktu dari Tempat Masa Lalu

Merenungkan perjalanan waktu di hari-hari yang kita lewati memiliki makna positif, ia tidak sedang dan berlangsung tanpa makna, detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun terus menerus sampai kita sadar disuatu titik dimana waktu itu adalah barang berharga yang tidak bisa kita biarkan berlalu dengan berhela-hela atau santai. Olehnya karena itu tidak sedikit kita dengar syair-syair dari pada punjaga yang mengelegar dan membuncahkan gairah bila kita mengulang-ngulang sayir itu, seperti “waktu adalah pedang”, “Sesungguhnya kamu diciptakan dengan sungguh-sungguh”, “time can kill everything like human without exception”, dan sebagainya.

Tapi pandangan saya berbeda, saya lebih percaya suatu itu bermakna signifikan pada diri kita apabila kita memadukan rasio, afektif  dan verbal secara bersama-sama. Untuk membuktikkannya mudah, kita datang saja ke tempat dimana sebelumnya kita menghabiskan waktu dan kehidupan ditempat tersebut, kemudian ketika berada di tempat tersebut renungkan apa yang kau telah lalui, kejadian demi kejadian yang kamu lakukan ditiap-tiap sudut tempat tersebut. Maka kita akan melihat lintasan memori diotak kita bagaikan memutar kaset diputar di radio atau dvd lingkungan kita berada pada masa lalu.

Engkau akan melihat kejadian-kejadian menegangkan, gembira, lucu-lucu, sedih, galau, empati, dan macam-macan rasa jiwa lainnya. Tapi pada titik itu tidaklah bermakna pemutaran memori otak yang kamu coba aksentuasikan kembali. Akan lebih bermakna bila semua kejadian-kejadian memori itu kamu gali lebih dalam lagi kesuatu refleksi yang menjawab tentang hal membanggakan apa yang saya peroleh dari masa lalu itu yang berbuahkan hasil pada masa kini, atau masa depan saya? Dengan demikian secara otomatis otak akan mencari sedikit makna-makna kehidupan yang telah kita torehkan tersebut.

Orang yang lemah, dan tidak peka akan dengan sendirinya sadar bahwa saya dengan sadar menyatakan bahwa masa lalu itu adalah tragis, menyesal mengapa masa lalu itu tidak digunakan dengan sungguh-sungguh, sebaik-baikknya, yang bisa jadi dulu belajar keras hari ini hasilnya akan terlihat dan membanggakan semua orang. Inilah pelajaran kehidupan yang kudapat di sepulang saya dari kampus lama, dua tahun yang lalu saya berada disana menghabiskan waktu dengan kegiatan kuliah.

Saya milihat ada wajah-wajah baru, susana baru, iklim akademis baru, begitulah waktu dan tempat kita berada suatu titik dikehidupan ini, semunya hanyalah lintasan persinggahan, serupa pit stop kita hanya numpang mengisi bahan bakar, untuk dijadikan energi penggerak demi menempuh lap-lap selanjutnya dengan kecepatan yang ditinggikan dan tantangan-tandangan yang baru. Pesannya adalah bersegeralah menyelesaikan lap-lap dengan se efektif dan se efisien mungkin. Ukirlah sejarah dimana kamu berada, sejarah baik dan membanggakan pastinya dengan begitu kau akan terus dikenang. Janganlah mati meninggalkan bangkai tapi matilah meninggalkan nama baik, dan ilmu pengetahuan kepada orang-orang, dengan begitu kamu akan terus dikenang dan hidupmu akan bermakna.

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s