Refleksi di Hari Ulang Tahun

Hari ini adalah hari ulang tahun saya yang ke 26, ada yang bilang di usia seperti ini merupakan usia yang sudah sangat matang dan progress ataupun cetak biru masa depan sudah dijalani, semisal berada di atas jalan raya besar yang telah kubangun sendiri mulai dari membuat perencanaanya, membuat belokan, tanjakan, tikungan, lalu mengumpulkan batu-batu cadas, kemudian dilapisi dengan kerikil-kerikil lalu dilapisi dengan tes dan ditaburi aspal hitam kokoh. Lalu apa yang terjadi sebenarnya ?

Saat ini kumerenung sejenak melihat sejarah perjalanan hidup saya, lika liku, pahit getir kehidupan menjadi syarat yang tak dapat dipisahkan dari sampainya saya seperti sekarang ini. Keberhasilan, kegagalan, impian seakan mewarnai dan terus mengiang-ngiang dalam benakku. Tidak cukuplah bila kutuliskan dicatatan kecil ini perihal itu semua. Saya hanya berharap, jangan ada lagi yang resah, gelisah, berharap lebih, galau karena keberadaanku disampingnya.

Menjadi seorang yang berguna bagi masyarakat terutama pada saat melibatkan diri dalam urusan kemanusiaan, apakah itu dalam bencana banjir, erupsi merapi, konflik, kebakaran dsb. Adalah hal yang ingin kulakukan. Mungkin saya sedikit terpuaskan dengan seringnya saya terlibat dalam bakti sosial dengan rekan-rekan mahasiswa lain. Tapi itu kurasa belum cukup hingga segala kendali dan keinginan kegiatan telah berada dikendaliku, aku ingin menjadi pelopor dan pencetus dari semua program aksi untuk kemanusiaan.

Tentu saja tiada hal itu berada dalam dirikita tanpa adanya hal yang menginspirasi, atapun melahirkan ide tersebut terutama pada peristiwa-peristiwa kecil hidup namum membekas. Benar, begitupun yang terjadi pada diri saya sendiri. Gagasan itu muncul ketika saya mengkaji beberapa buku para founding father dan banyak tokoh-tokoh perubahan yang telah berbuat untuk tanah air tercintanya. Dalam pencarian saya tersebut ada nafas yang sama yang dilihat dan dialami oleh para tokoh-tokoh tersebut dalam mengawali serangkaian tindakannya sampai mengubah dunia dengan tangan mereka sendiri yaitu ada ketidakadilan, kesewenang-wenangan yang terjadi didepan matanya dan itu terjadi terus-menerus.

Mereka tidak lantas menunggu sang dewi fortuna atau dewa penyelamat yang turun dari langit untuk menyelamatkan derita yang dia dan masyarakatnya alami. Melainkan bangkit, belajar dan bergerak bersama masyarakatnya melawan tirani, feodalisme, imperialisme dan kejahatan kemanusiaan disekitar mereka.

Sementara saya masih begini adanya, saya hidup masih dalam petapaan akademis, menempa diri terus menerus. Namun terlepas dari dirisaya sendiri hari ini saya pun ingin seperti mereka para perintis perubahan, dengan terus memperhatikan dan banyak belajar saya melihat ada banyak hal-hal yang mengoyak, menyayat-nyayat hati sanubariku. Dan ingin segera kulakkan sesuatu untuk merubah semua itu. Sekarang sampailah saya pada keadaan sekarang ini. Pada hari ulangtahunku yang sekarang ini saya ingin berikrar, “Tidak ada lagi sedikit waktu yang kusia-siakan dengan tidak berguna”, jauh dari trek atau garis lurus keinginan besarku yang ingin ku wujudkan tersebut.

Terimah kasih pula kepada para kawan-kawan yang telah mendoakan, semoga semua ucapan itu saya anggap meng amin kan segala harapan dan keinginan besar hendak kutuju.

Salam

by Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s