Cikal Bakal Perubahan dari Generasi Baru

Generasi muda adalah penggerak zaman, generasi muda adalah perubah rezim, generasi muda adalah harapan bangsa, dan generasi muda adalah penerus tonggak kepemimpinan bangsa. Mungkin itulah sedikit pengertian tentang generasi muda. Pada prinsipnya mereka yang tergerak langkahnya atas dorongan jiwa yang kuat dan semangat yang kokoh, pantang menyerah melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Kemaren sore, bertempat di lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM Yogyakarta. saya berkesempatan menyaksikan Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) dengan tema palapa. Acara ini adalah rangkaian penyambutan mahasiswa baru UGM tahun 2012.

Disepanjang tatapan mata, kedengaran telinga, aroma semangat dan jiwa yang tergelora kutemukan keramaian, riuh dan semangat yang bergelora dari mereka, cikal bakal penerus generasi ini. Keriuhan ini tidak seperti riuh, ramai ala pasar atau demonstrasi melaikan riuh, ramai karena mereka besama-sama digerakkan oleh satu visi yang juga merupakan jargon acara ini yaitu “Pancasila Jiwa Kami, berbakti untuk negeri. UGM bersatu, bangkitlah nusantaraku” . inilah perekat 9.839 Maba itu, sebgaimana bangsa Indonesia direkatkan oleh Pancasila.

Yang menarik di acara itu adalah tidak hanya seperti parade Maba seperti biasanya, berdiri berjejer, berbaris kemudian mendengarkan serangkaian acara motivasi-motivasi dan sambutan-sambutan dari para petinggi Kampus, lebih dari itu mereka dalam mengikuti parade ini membentuk rangkaian pulau-pulau besar yang ada di Indonesia ada Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Irian Jaya.

FlashMob Dance ; Mahasiswa Baru Membentuk Rangkaian Pulau-Pulau di Nusantara

Atas formasi dan jumlah peserta 9000 an lebih inilah parade ini membuat rekor dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai parade tersebesar dan terbanyak dalam kategori “FlashMob Dance”.  Continue reading

Jalan Impian Yang Sempat Kabur

Kehidupan bisa membuat setiap orang terlena, kehilangan arah, seakan kompas yang ada ditangganya sudah tidak berfungsi lagi, beku, mati walaupun sekedar untuk menunjuk arah utara saja sudah tidak bisa. Begitulah permainan Tuhan akan diri seseorang di dunia ini. Hanya mereka yang selalu waspada dan terjaga dan tetap pada jalan lurus yang dapat menentukan arah kapal dan labuan yang akan dituju.

Siang ini, sehabis sholat jum’at di masjid, mesin nalarku seakan berpikir, berputar kembali menyelami tetang nasib dan posisi diriku saat ini, seolah berada di tengah lautan teduk, tak berangin, cakrawala angkasa yang mencengram laut saja yang kulihat, pulau-pulau nan hijau tempat bersandar tidak tampak, dalam suasana seperti ini tiba-tiba ku terbangun dalam mimpi yang fana yang beberapa hari ini tak bisa kumelakukan apa-apa. Continue reading

Memaknai Waktu dari Tempat Masa Lalu

Merenungkan perjalanan waktu di hari-hari yang kita lewati memiliki makna positif, ia tidak sedang dan berlangsung tanpa makna, detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun terus menerus sampai kita sadar disuatu titik dimana waktu itu adalah barang berharga yang tidak bisa kita biarkan berlalu dengan berhela-hela atau santai. Olehnya karena itu tidak sedikit kita dengar syair-syair dari pada punjaga yang mengelegar dan membuncahkan gairah bila kita mengulang-ngulang sayir itu, seperti “waktu adalah pedang”, “Sesungguhnya kamu diciptakan dengan sungguh-sungguh”, “time can kill everything like human without exception”, dan sebagainya.

Tapi pandangan saya berbeda, saya lebih percaya suatu itu bermakna signifikan pada diri kita apabila kita memadukan rasio, afektif  dan verbal secara bersama-sama. Untuk membuktikkannya mudah, kita datang saja ke tempat dimana sebelumnya kita menghabiskan waktu dan kehidupan ditempat tersebut, kemudian ketika berada di tempat tersebut renungkan apa yang kau telah lalui, kejadian demi kejadian yang kamu lakukan ditiap-tiap sudut tempat tersebut. Maka kita akan melihat lintasan memori diotak kita bagaikan memutar kaset diputar di radio atau dvd lingkungan kita berada pada masa lalu. Continue reading

Pelajaran Komunikasi di Office UII

Berkomunikasi itu mempunyai berbagai macam bentuk, ada yang bilang dengan rasional dan tutur kata yang baik sudah cukup untuk membuat orang berubah rasa apakah itu menerima atau menonak. Komunikasi pada dasarnya adalah percakapan antara komunikator dan komunikan dengan materi pesan yang akan disampaiakan atau dikirimkan yang dengan itu akan merubah rasa dan memperoleh umpan balik yang setetara. Bisa juga berkomunikasi berarti mengambarkan emosi, rasa, gejolkan  dalam diri untuk dituturkan dan disampaikan pada pendengar dan kadang-kadang diperoleh respon balik dari percakapan tersebut.

Banyak teori komunikasi, efektif dan tidaknya tergantung dari penerimaan dari komunikan, Ada pula yang coba mengelompokkan berkomunikasi berupa memerintahkan, bertanya, menyatakan, dan luapan ekspresi , berkomunikasi kadangkala mengalami dead lock alias buntu, kelemahan yang sering dihadapi oleh komunikator adalah kurang peka terhadap diri dan rasa dari pendengar. Bisa jadi karena materi pesan yang disampaikan tidak biasa didengar oleh komunikan, kurang memahami tingkat suasana hati, jiwa dari komunikan, kadang kala disaat dia marah, bersedih, gembira kita menyampaikan materi pesan yang berlawanan. Continue reading

Menggenggam Kuasa Diri

Kendali penuh atas diri kita memegang peranan penting dalam mengarahkan tubuh kita akan hendak kemana dia mengarah. tanpa kendali ataupun memegang kendali dengan setengah-setengah sama saha dengan membiarkan tubhh mati tak berdaya. Ini penting sebagaimana kapal tanpa kemudi akan gampang diombang ambil olehbadai, gelombang bahkan riak sekalipun, pada akhirnya yang akan terjadi kalau tidak karam akan menjadi kapal hantu karena krunya akan tua dan mati kelaparan

Pada kendali atau dalam kapal dianalogikan dengan kemudi itu ada jiwa, bara api semangat, dan itu dipegang oleh seorang kapten yang dengan segala kewenangan yang dimilikinya berhak memerintahkan dan mengarahkan segala sesuatu yang ada di atas kapal tanpa khawatir ada interupsi atau sikap pembangkang dari anak buahnya. Oleh karena itu, kapten harus mempunyai skill yang tanggap, pembuat keputusan yang cepat bila suatu keadaan yang genting misalnya bila badai, topan laun datang menerjang. disamping itu ada konsekuensi berupa tanggung jawab penuh atas kerugian, cemoohoan sampai pujian yang akan dialamatkan kepadanya. Continue reading

Pelajaran Kehidupan Mesti di Renungkan

Pak Uso lili begitulah dia dipanggil pelangganya. Bapak yang bekerja sebagai penjual buah-buahan, sayur yang selalu berkeliling kampung demi menjajakan jualannya kepada warga disekitar dia tinggal. Beratus-ratus meter jalan yang dia lalui, setiap pelosok-pelosok lorong, melewati titian-titian rumah tetangga dia lakukan demi untuk mencari pembeli yang ingin membeli jajanan yang dia tawarkan. Keringat bercucuran, wajah kusam terpaan sinar matahari tampak bila memandangnya. Senyum simpul, menampakkan gigi agak kekuning-kuningan dengan perangai akrab kepada siapasaja. Semua itu dilakukannya untuk menyambung setiap tarikan napas dia dan keluarga kecilnya untuk bertahan hidup di kerasnya kehidupan yang fana ini.

Kuterkesima, sedih, membakar jiwa sekilas, kutak henti-henti menatap nanar setiap scene dari gambar dan cerita-cerita keluarga kecil ini di sebuah acara salah satu stasiun TV Nasional. Ke berguman dalam hati Tuhan memang adil selalu menciptakan adegan-adegan kehidupan yang tak tahan untuk menitikkan air mata bagi yang melihatnya dan mengutuk kuat para bedebah kaya, angkuh dengan harta mewahnya. Aku pun malu, bila membandingkan usaha, kerja keras pak Uso mencari rezeki yang telah digariskan Tuhan itu kepadanya. Apakah yang telah kubuat untuk sekedar mengisi hari-hariku dengan melakukan suatu hal bermanfaat bagi sesama manusia.

Ku pandang garis-garisan gerutan wajah di pak Uso ini, mengingatkanku kepada kedua orang tuaku yang selama ini juga melakukan segala hal, energinya habis, suaranya menjadiparau, menahan panas terik matahari, rela dicaci untuk mencari pendapatan demi untuk menginginkan nafkah yang diperuntukkan bagi kehidupan anak-anakmu termasuk diriku. Engkau berpacu dengan kuda besi tua yang umurnya hampir sama dengan saya, engkau rela terguyur hujan, berjalan kaki berkilo-kilometer demi tanggung jawab yang diberikan oleh negara kepadamu. Continue reading

Ilmu Sosial Sebuah Keharusan

Jangan lah pernah mencoba mengukur, menerka atau mengira-ngira dalamnya air laut dengan mata kepalamu sendiri tanpa kau masuk kedalamnya untuk kau buktikan sendiri. Adagium ini sangat cocok dengan pandangan saya akan ilmu-ilmu sosial. Mulanya saya kira ilmu-ilmu sosial semisal sejarah, sosiologi, antropologi, ilmu budaya dsb. Tak ubanya ilmu yang mengarahkan kita dengan benar untuk memahami masyarakat, maka kupikir kenapa meski kita belajar ilmu-ilmu sosial toch kita yang sepanjang hidup kita ada dalam masyarakat dengan begitu akan sangat mudah kita pahami fenomena-fenomena masyarakat kita sendiri. Ternyata  angapan itu merupakan satu dari sekian banyak bahasan ilmu-ilmu sosial.

Bersyukur saya hidup dalam lingkungan dan berinteraksi dengan mereka yang pelajari ilmu ini. Dari beberapa interaksi dan diskusi-diskusi. Saya banyak mendapatkan pencerahan dan khasanah-khasanah pengetahuan terutama berkaitan dengan pengembangan diri yang tak kutemui di ilmu eksakta yang saya temui.

Mereka itu adalah pertama, Continue reading