Traveling to Gede Kauman Mosque

Dua hari yang lalu, tepatnya hari ke 10 Ramadhan, saya menyempatkan diri pergi ke Masjid Gede Kauman untuk wisata rohani dan menikmati buka puasa bersama dengan aneka takjil disertai ceramah agama dalam menanti saat-saat berbuka puasa. Ini pula kulakukan guna memuaskan atau menjalankan hasrat yang diawal puasa telah saya niatkan.

Daya tarik Masjid Gede Kauman ada banyak, menggunakan analisis dialektis historis karya marx dengan skope kauman bisa terlihat bahwa daerah kauman ini mempunyai history sejarah yang melegenda dan merakyat karena jasa-jasanya dalam mempertahankan tanah air dari gempuran kolonilisme Belanda. KH. Ahmad Dahlan adalah orang yang mendirikan pondasi dasar kampung ini, disinilah ajaran Kiyai ini pertama kali disebarkan sebelum melalangbuana keseantero jagat.

gede kauman mosque

gate of village

Continue reading

Advertisements

Mutiara di Mulut Buaya

Hari ke 9 puasa, bertepatan juga dengan malam minggu, niat untuk mengisinya dengan santai mengerjakan hal-hal yang ringan menonton TV, keliling kota sekedar untuk memanjakan mata dengan melihat aneka panorama, kanvas-kanvas kehidupan lain setelah semingguan melihat dinding dan buku-buku bacaan di perpustakaan dan di kos sendiri berubah total ketika ada sms dari kawan-kawan sesama masyarakat Sulawesi Tenggara untuk mengadakan buka puasa bersama dan termasuk yang diundang adalah S0, S1, S2, dan S3 kira-kira begitu teks yang tertera dalam sms tersebut.

Agak aneh dan ngelitik memang tapi lebih mendingan ketimbang menuliskan “segenap warga masyarakat sulawesi tenggara tak terkecuali”. Mungkin analisis lain teks tersebut digunaan supaya terkesan ada aroma akademis – Kota Yogyakarta disebut juga kota pendidiakan sehingga segala hal yang  dilakukan di kota ini sedapat mungkin tidak lari dari tata krama akademik walaupun itu bukan salah satu faktor yang berbaur dalam masyarakat Iogja –  didalamnya. Segenap pertimbangan dan undangan yang menggugah memenuhi dan menyesakkan akal pikiranku maka keputusan untuk menghadiri undangan bukber itu kupilih. Continue reading

Harmoni itu Indah

Disetiap tempat selalu memiliki dinamika masing-masing, dinamika itu tumbuh dan berkembang sejauh semua aspek yang terlibat masing-masing memberi sumbangsih terbaiknya demi suatu cita-cita dan harmoni yang ingin dibangun. Mumpung ini suasana Ramadhan, tiada salah lah kalau beberapa penegasan dalam tulisan ini sedikit ku cuplik subtansi dan potongan kalimat-kalimat yang maha kuasa yang agung dan relevan. Di dalam suatu perkataan Nya, Dia menyampaikan bahwa bila suatu kaum disuatu daerah beriman ke pada Allah maka sejahteralah dan mudahlah hidayah Nya diturunkan di daerah tersebut.

Ya, hidayah itu lah yang kini mengilhami kami, tempat saya bernaung menjadi tempat yang baik dan harmoni bagi kami yang tinggal. Di kossan yang kecil sederhana ini, banyak kisah yang terlalui dengan senyum, tawa dan ceria dari kami sebagai tempat berdiam dan melepas lelah disela-sela kesibukan kampus yang berat. Sedikit kuceritakan keadaan kossan ku ini. Dari penghuni yang ada terdapat fariasi asal ada yang berasal dari jawa ; pati, dieng, megelang, semarang, cilegon dsb. Sumatera ; medan. Sulawesi ; buton, kendari. Bali. Dari strata dalam menempuh pendidikan dikampus terdapat strata satu, strata dua dan strata tiga. Continue reading

Petite History of Early Ramadhan

Hari ini adalah hari ke 3 di bulan Ramadhan, sebagaimana al quran dan al hadist memeritahkan dan para mubalik menyampaikan agar mengisi bulan Ramadhan dengan perbanyak bertafakkur, Tadarrus al quran dan perbanyak ibadah-ibadah mahdhoh yang mana diketahui pahala yang banyak dan berlimpah, berlipat-lipat kali didapatkan dari ibadah-ibadah di bulan selain Ramadhan Karena dengan begitu engkau akan mendapatkan hadiah dari puasa itu yaitu taqwa.

Berpedoman dengan itu, kemudian malam pertama dan ke dua, saya praktekkan dengan sholat taraweh berjamaah di masjid dekat rumah kost. Alhamdulillah rasa legah dan tenang saya peroleh sesudah sholat tersebut kulakukan. Perlahan-lahan pula irama sholat yang panjang dan melelahkan sebanyak 11 rakaat itu ku dapatkan. Hari berikutnya saya mulai berpikir kembali tetang pengertian dari sholat tawaweh secara berjamaah di masjid tersebut ketika urusan dunia lain yang harus saya rampungkan di pekan-pekan ini. Continue reading

Renungan dan The Power of Ramdhan

Alhamdulillah Bulan Ramadhan telah tiba kembali, dan berucap sukur pula karena Ramadhan kali ini adalah Ramadhan ke dua saya berada di Yogyakarta. Tidak jauh berbeda dengan Ramdhan tahun lalu bila mau melihat suasana lingkungan Kota Pelajar ini. Dimana-mana selalu ramai kita temui aneka perayaan dan pernak pernik Ramdhan, Sebagai lazimnya memulai puasa dengan sahur, disini pun sahur disambut dengan suka cita, setiap tetangga membangunkan tetangga lainnya, ta’mir masjib membangunkan melalui toa dan arak-arakan pemuda desa berkeliling kompleks

Begitupun dalam menyambut waktu berbuka, berbagai aneka ta’jil di lapakkan di pinggir-pinggir jalan, riuh ramai masyarakat berbondong-bondong memborong membeli bahan pabuka demi menganjal dan memuaskan dahaga dan lapar selama seharian penuh berpuasa. Seketika jalan yang tadinya sunyi hanya dipadati oleh kendaraan-kendaraan yang hilir mudik berubah dan bertambah ramai dengan hamburan orang-orang berjalan kaki, hilir mudik mencari aneka pabuka yang pas untuk disantapnya di saat buka puasa. Continue reading