Intisari dari Bedah Buku “Indonesia Optimis”

Melanjutkan uraian saya pada artikel sebelumnya “Menhadiri Bedah Buku Indonesia Optimis” Buku dengan halaman lebih dari 250 halaman tersebut, bersiikan kajian, baik itu yang dialami oleh Prof. Denny Indrayana secara langsung maupun pandanganya tetang Indonesia dilihat dari posisinya yang berada dalam pemerintahan. Dalam buku tersebut setidaknya membatah semua tudingan bahwa Indonesia itu adalah negara gagal, yakni dengan memnyajikan data-data pendukung dari lembaga-lembaga Internasional yang kiranya dapat secara objektif melihat kondisi Indonesia. Dari kesemuanya itu mengarah suatu kesimpulan bahwa anggapan negara gagal itu hanya isapan jempol belaka sekaligus menantang bagi para pengkritik menyebutkan bisa menyajikan data akurat dan valid bukan argumentasi yang hanya berdasarkan asumsi belaka.

Ada tiga hal yang menjadi penekanan dalam buku “Indonesia optimis” tersebut yaitu Tata Pemerintahan, Kepemimpinan Presiden dan Pemberantasan Korupsi.

1. Tata pemerintahan

Tata pemerintahan secara prinsip berbicara mengenai pembagian kekuasaan, Mas Denny (sapaanya ketika berlangsungya seminar) membandingkan pemerintahan reformasi dan pemerintahan orde baru, Pada pemerintahan era reformasi terlebih pada masa kepemimpinan SBY, bembagian kekuasaan relatif lebih merata, dengan menganut tata pemerintahan Demokrasi dengan sistem Presidensial, sehingga kekuasaan terbagi menjadi 4, disebut juga 4 pilar demokrasi yaitu Eksekutif, Yudikatif, Legislatif dan Media. Dibadingkan dengan era sebelum reformasi kekuasaan hanya dikuasai oleh presiden. begitupula dengan partai, dizaman era reformasi  setiap orang bisa mendirikan partai dengan harus memenuhi syarat-syarat tertentu, pemilihan wakil rakyat dan presiden secara langsung yang tidak ada para era sebelumnya.

2. Kepemimpinan Presiden SBY

Anggapan masyarakat bahwa presiden SBY lebih melempem, tidak tegas, memntingkan citra adalah suatu anggapan keliru menurut denny. Justru presiden telah melakukan langkan cerdas dengan mengambil jalan tengah terhadap isu-isu yang berkembang dimasyarakt walaupun dengan itu harus dicaci oleh rakyatnya sendiri. SBY menurut mas Denny beranggapan dengan bersikap baik-baik  tidak keras saja telah diserang habis-habisan oleh media massa dan organisasi kemasyarakatan lainya, bagaimana pula bila keras dan tegas dilakukan.

3. Anti Korupsi

Masih membandingkan dengan era sebelum reformasi, dimana setiap penguasa yang terlibat korupsi oleh aparat bekerjasama dengan pemeringah suapaya kasus yang melilit sang penguasa dibungkap misalnya kasus abdul lapute (gubernur aceh) dan kasus-kasus lainnya. Bagaimana dengan reformasi hampir setiap hari masyarakat disunguhkan oleh berita mengenai pemberantasa korupsi, apakah itu bukan suatu kemajuan ? ungkap mas Denny.

Diakhir buku ini mas Denny mengusulkan beberapa solusi untuk memajukan negara Ini khususnya pemberantasan korupsi sebanyak 10 point (1) Pembuktian terbalik (2) Koruptor harus dimiskinkan (3) Penggunakan modern Investigasion galam kasus korupsi (4) Perlindungan kepada wishtle blower (5) Penguatan KPK dan pengadilan Tipikor (6) Penanganan korupsi dengan strategi tree in one, korupsi, pencucian uang dan perpajakan (7)Larangan pembayaran tunai dalam jumlah tertentu atau cash payment (8) Transparansi UU keterbukaan informasi diterapkan dengan konsisten (9) Penerapan SIN atau Single Identity Number (10) Strategi hukum progresif atau kemanfaatan dan keadilan hukum.

Kritik saya terhadap buku ini, memang diera reformasi terkhusus SBY telah terjadi perbaikan namum capaian ini telah sangat kecil dibandingkan harapan publik atas konsistensi SBY sebagai orang yang mengikrarkan akan menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi. Yang kini kalimat itu seakan tumpul bila sudah menyangkut kekuasaan dan pencitraan dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s