Menghadiri Bedah Buku “Indonesia Optimis”

Kemaren Sabtu (17/9) untuk kesekian kalinya saya mendapati diri saya kembali meraih harapan yang pernah diimpikan, harapan itu, sudah ada sekitar beberapa bulan yang lalu ketika melihat, mendengar membaca berita tentang sosok-sosok generasi muda yang cerdas, berbakat, kritis, mempunyai Integritas dan kapasitas dalam bidangnya sekaligus menjadi personal penting dalam membangun bangsa ditempat mereka menjabat dan berkarir.

Harapan itu pertama kali muncul adalah ketika rasa geram terhadap negara karena pemimpin negeri ini, dalam banyak hal telah menjadi barang cacian oleh rakyatnya karena tidak urung menyelesaikan persolan bangsa yang kiranya sangat urgen dan aktual terjadi dimasyarakat, misalnya saja kasus century, kasus mafia pajak Gayus Tambunan, kasus Rekening Gendut, hingga yang terbaru adalah kasus Nazaruddin semuanya itu berkaitan dengan keadilan dan pemberantasan Korupsi. kasus lain digress root negeri ini, perpecahan mulai nampak dengan adanya golongan yang berusaha memaksakan keyakinan dan kepercayaanya kepada golongan lain, dengan menempuh cara-cara kekerasan seperti terorisme, penyerangan Ahmadiyah oleh FPI dan tindakan menghasut lainnya.

Sedemikian banyak kasus yang muncul dan diperlihatkan dengan terang benderang oleh media massa, menjadikanya diketahui oleh seluruh rakyat indonesia. Pada saat yang sama, para tokoh dan partai yang mendukung pemerintah, bersuara bahwa segala masalah yang timbul adalah bukan salah dari pemerintahanya melainkan ada golongan-golongan yang ingin memanfaatkan situasi, untuk memecah bela bangsa disaat yang sama menangkis para kritikus yang menyatakan semuanya ini adalah berkat ketidak mampuan pemimpin dalam menjalankan amanat konstitusionalnya.

Mungkin beberapa orang tokoh, tidak berani mengkritik pemerintah dikarenakan kedudukanya dikarenakan wibawanya akan jatuh

foto by umaee collection

jikalau kritik itu terus digerakkan. sehingga banyak dikalangan mereka lebih memilih argumentasi-argumentasi normatif bila media massa meminta pandangan-pandang mereka terkait masalah-masalah bangsa yang muncul di Indonesia. Hanya sedikit dari tokoh-tokoh ini yang mencul dan kritis, serta melawan pemerintah walaupun dengan itu harus menjadi tidak populer dimata pemerintah. Mereka itu adalah JK (mantan wakil presiden), Mahfud MD (ketua MK), Bushro Mukoddas (Ketua KPK), dan beberapa kalangan LSM, Universitas dan tokoh masyarakat.

Karena sikap kritis yang didasarkan tidak semata ingin mendapatkan simpati dari rakyat atau menjadi populer akan tetapi sikap kritis itu dilandari semata-mata ingin menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang mensejahterakan rakyatnya sebagaimana yang tertera dalam konstitusi dan pancasila yang menjadi pedoman sekaligus ideologi bangsa ini, Alasan ini lah mengapa saya menginginkan sekali bertemu dengan mereka di dunia nyata tidak sekedar melihatnya di depan layar kaca TV ataupun tulisan-tulisan dimedia. Bertatap muka secara langsung menjadi kebanggan tersendiri buat saya walaupun dengan itu mereka atau orang lain menganggap aneh melihat saya.

Kemaren bettempat di Gedung I Fakultas Hukum UGM, impian dan harapan itu seolah mimpi terwujud dengan sendirinya, sebelumnya keinginan itu sudah ada karena banyak dari seminar-seminar yang berada dikota jogja, yang pembicaranya adalah tokoh-tokoh tersebut, akan tetapi karena biaya seminar yang cukup mahal untuk mahasiswa seperti saya sehingga niat untuk bertatap muka dengan mereka urung kesampaian. Lain halnya dengan seminar yang diadalakan kemaren. Mungkin inilah waktunya untuk melihat langsung wajah mereka, walaupun itu sekedar bertatap muka secara langsung, momentumnya juga tepat, yang selama ini sulit ditemui karena mahalnya ongkos, Alhamdulillah kemaren seminar yang diadakan serba gratis mulai dari pendaftaran, cemilan, makan siang, serta dapat buku yang akan dibedah pada kesempatan tersebut.

foto by umaee collection

Momen itu akhirnya terjadi bermula, saya harap-harap cemas sekaligus senang dan bangga, karena akan melihat mereka para tokoh-tokoh kebanggaan Indonesia terlebih kebanggaan saya pribadi akan secara langsung saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri. detik demi detik hingga sosok itu pun muncul dengan gagahnya memasuki ruang seminar yang dihadiri lebih dari seribu peserta itu, menuju kursi tamu yang telah disediakan. Mereka adalah Ketua MK (Mahfud MD), Ketua KPK (Bushro Mukoddas), Ketua Pukan Zainal A. Muchtor, Aktivis ICW (Febri) dan Staf Khusus Presiden (Denny Indrayana) sekaligus menjadi pemateri dalam bedah buku “Indonesia Optimis” karanganya sendiri.

Tak terbayangkan rasa yang hadir ketika itu, senang, bangga, joyful, cheer up, ketika melihat sosok idola hadir dengan nyata didepan mata tanpa teraral oleh kaca televisi atau imajinasi dari tulisan surat kabar. ketika itu saya merasa diriku menjadi orang paling beruntung didunia, bukan karena bertemu dengan sosok idola tetapi karena harapan yang begitu besar ingin bertemu dengan mereka menjadi kenyataan yang ril dalan mewujudkan semua yang menjadi impian tersebut.

Berhubung tulisan sudah kepanjangan untuk ukurang blog maka Isya Allah di postingan berikutnya saya akan menlisankan materi dan hal-hal penting apa  yang menjadi materi yang disampaikan oleh para tokoh-tokoh tersebut.

One thought on “Menghadiri Bedah Buku “Indonesia Optimis”

  1. Pingback: Intisari dari Bedah Buku “Indonesia Optimis” « UmaeeBlog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s