Memohon Maaf Memberi Kekuatan Manjalani Hidup

Ilustrasi maaf by google.com

SEBENTAR lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, suatu hari yang paling ditunggu-tunggu oleh segenap umat muslimin di seluruh dunia, yang telah melaksanakan puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Kegembiraan sangat tampak pada waktu itu, dikarenakan janji Allah SWT, bahwasanya mereka yang telah sungguh-sungguh menjalankan puasa karena iman dan mengharapkan ampunan dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. dan janji Allah yang lain mereka yang berpuasa itu akan memperoleh ganjaran berupa masuk dalam golongan Taqwa. Dengan janji tersebut pula oleh kebanyakan kita Hari Idul Fitri disebut hari kemenangan, kemanangan karena telah masuk dalam golongan orang yang bertaqwa, kemanangan karena telah kembali ke Fitrah seperti bayi yang baru lahir……

Sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah yang telah memberi gelar manusia bertaqwa, hanya saja derajat ketaqwaan tersebut berbeda antara manusia satu dan manusia yang lainya. Ada yang tingkat ketaqwaanya tinggi dan adapula tingkat ketaqwaan yang rendah. Saya beranggapan tingkat kesempurnaan itu akan dicapai bila Allah telah meridhoi begitu pun dengan manusia yang telah kita berbuat salah kepadanya.

Hari-hari puasa telah kita habiskan dengan beribadah dan melakukan amalan-amalan Ramadhan yang kebanyakan dari amalan itu adalah menghadapkan diri dan memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Isya Allah, Allah mengabulkan apa yang kita permohonkan. Tapi lain hanya dengan kesalahan atau dosa yang kita perbuat kepada manusia, hanya akan terhapus manakala kesalahan tersebut telah di maafkan oleh orang yang telah kita berbuat salah kepadanya. seperti sabda Rasulullah “Barangsiapa yang mempunyai kezaliman kepada saudaranya mengenai hartanya atau kehormatannya, maka diminta dihalalkan lah kepadanya dari dosanya itu sebelum datang hari dimana nanti tidak ada dinar dan dirham (hari kiamat), dimana akan diambil dari pahala amal kebaikannya untuk membayarnya. Kalau sudah tak ada lagi amal kebaikannya, maka akan diambil dari dosa orang yang teraniaya itu lalu dipikulkan kepada orang yang menganiaya itu ” (HR. Imam Bukhari). Dengan demikian untuk menyempurnakan Fitrah yang telah kita peroleh tadi sudah seharusnyalah kita meminta maaf kepada orang yang telah kita dzalimi atau berbuat salah kepadanya.

Untuk itu menarik untuk kita tahu arti maaf yang sebenarnya. Maaf bisa diartikan menjadi beberapa :

1. Maaf Sebagai Bentuk Ketundukkan Hamba Kepada Khaliknya

Tidak ada manusia di dunia ini yang hidup linier, semuanya sesuai dengan kehendak, hingga tak satu pun dosa bisa dilakukkan. melainkan setiap orang pasti melakukkan kesalahan dan kesalahan itu, kadang kita sadari, dan kadang pula tidak kita sadari. Dan celakalah seseorang bila melakukan dosa kepada Khaliknya Allah SWT kemudian dia tidak segera memohon ampunan atas dosa yang dilakukkan maka dia akan tersesaat ke lembah kekafiran yang tidak ada satu pun yang bisa menelongon bila dia meninggal nanti. sehingga arti kata maaf disini adalah membebaskan manusia dari kebusukan hati, keserakahan diri, kedengkian diri, kegelapan kalbu yang akan menyesatkan manusia menjadi sirik, menduakan Allah SWT hingga manusia itu meninggal tanpa mendapat hidyah dan nantinya akan masuk kedalam golongan orang-orang yang masuk dalam neraka. Rasulullah saw bersabda: “Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik pelaku kesalahan itu adalah orang yang segera bertaubat kepada Allah SWT”. Oleh karena itu Guna terhindar dari azab Allah SWT diatas, seyogyanya mereka yang meresa telah melakukan dosa. segeralah memohon ampunan atau meminta maaf kepada Nya.

2. Maaf Sebagai bentuk Kemaslahatan Kepada Sesama Manusia

Tidak akan ada pertengkaran di dunia ini, bila masing-masing kita menerima kesalahan dan memberi maaf kepada orang yang meminta kepada kita. Atas ke dzaliman atau kelaliman yang pernah mereka lakukan karena kita sadar diri kita akan membutuhkan mereka disuatu saat. seperti firman Allah “Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.” (Q.S.Asy-Syura : 40). Sehingga Kemaslahatan ini akan dimiliki oleh mereka yang saling bermaafan, dan apabila kemaslahatan itu telah terkumpul disuatu maka rahmat dan hidayah Allah akan mudah didapatkhan oleh mereka.

25 Agustus 2011

Salam

Umaee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s